Festival Anak Raja Ampat 2026: Dari Permainan Tradisional hingga Eksperimen Sains, Anak Diajak Belajar dan Bersuara

RAJA AMPAT – Hari Anak Nasional di Raja Ampat tahun ini tidak sekadar diperingati lewat seremoni. Di SD YPK Sion Warsambin, Kamis (23/7/2026), anak-anak mendapatkan ruang untuk bermain, belajar, berekspresi, sekaligus menyampaikan pandangan mereka melalui Festival Anak Raja Ampat 2026.

Mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, festival ini melibatkan 113 siswa SD YPK Sion Warsambin dan 33 anak PAUD Warsambin. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat bersama berbagai pemangku kepentingan dan mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026.

Konsep festival dibuat lebih dekat dengan dunia anak. Edukasi, permainan, literasi, kesehatan, budaya, dan kreativitas dipadukan dalam satu ruang yang mendorong anak untuk aktif terlibat, bukan sekadar hadir sebagai peserta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara Hari Anak Nasional dan Senam Anak Indonesia Hebat. Suasana kemudian berlanjut dengan dialog bersama Ketua TP PKK Kabupaten Raja Ampat sebelum anak-anak menikmati beragam aktivitas di area festival.

Ketua GOW Raja Ampat, Ny. Habiba T. Syahdan saat menghadiri festival anak di Desa Warsandim. Dok. Prokopim Raja Ampat

Salah satu yang mencuri perhatian adalah taman permainan tradisional. Anak-anak diajak mengenal kembali permainan seperti congklak, egrang, lompat tali, ular tangga, dan berbagai permainan lainnya.

Di balik kesederhanaannya, permainan tradisional menjadi media untuk melatih motorik, membangun kerja sama, meningkatkan interaksi sosial, sekaligus menanamkan nilai sportivitas.

Bukan hanya bermain, anak-anak juga diajak bereksperimen melalui kegiatan ecoprint dan pembuatan es krim. Dalam aktivitas ecoprint, mereka belajar memanfaatkan daun dan bunga sebagai pewarna alami untuk menghasilkan karya yang ramah lingkungan.

Sementara itu, proses membuat es krim menjadi cara sederhana untuk mengenalkan konsep sains, mulai dari pencampuran bahan, perubahan wujud benda hingga proses pembekuan.

Ruang literasi turut menjadi bagian penting dalam festival. Taman baca disiapkan agar anak-anak dapat menikmati buku cerita dan bacaan edukatif, sekaligus mengikuti kegiatan mendongeng, membaca bersama, hingga permainan literasi.

Baca Juga  Paskibraka Raja Ampat Mulai Jalani Pelatihan, Pesan Wabup: Ini Bukan Sekadar Seremoni

Pesan tentang kesehatan juga disampaikan melalui kegiatan Dokter Kecil. Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya menjaga kebersihan diri, menggunakan obat secara bijak, mengenal isi kotak P3K, serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Namun, Festival Anak Raja Ampat 2026 tidak berhenti pada kegiatan bermain dan belajar. Festival ini juga menjadi pengingat bahwa perlindungan anak membutuhkan perhatian serius dan kerja bersama.

Sejumlah isu seperti kekerasan terhadap anak, stunting, tuberkulosis pada anak, hingga perkawinan anak masih menjadi tantangan yang perlu dihadapi secara bersama-sama.

Karena itu, menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Orang tua, sekolah, dunia usaha, media, komunitas, dan masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh tanpa kekerasan, diskriminasi, maupun ancaman terhadap masa depan mereka.

Ketua TP-PKK Kabupaten Raja Ampat, Ny. Rusmiati Burdam, yang hadir dalam kegiatan tersebut, turut memberikan motivasi kepada anak-anak agar tekun bersekolah dan menyelesaikan pendidikan.

Ia mendorong anak-anak untuk tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita dan memastikan pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka menuju masa depan.

Festival Anak Raja Ampat 2026 pada akhirnya membawa pesan sederhana namun penting: anak-anak tidak hanya membutuhkan perlindungan, tetapi juga membutuhkan ruang untuk didengar.

Sebab, masa depan Raja Ampat tidak hanya dibangun melalui kebijakan hari ini, tetapi juga melalui kesempatan yang diberikan kepada anak-anak untuk belajar, tumbuh, berkreasi, dan berani menyampaikan suara mereka.