Kongres FGM  GKI di Raja Ampat: Momentum Kebangkitan Pemuda Gereja di Tanah Papua

banner 120x600

Waisai, RajaAmpatNews — Semangat kebangkitan pemuda gereja kembali menggema di Tanah Papua. Melalui penyelenggaraan Kongres Kedua Forum Generasi Muda (FGM) GKI di Tanah Papua, yang berlangsung di Gedung Pari, Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, pada 10 hingga 12 November 2025, para pemuda gereja dari berbagai wilayah Papua berkumpul untuk meneguhkan komitmen mereka dalam pelayanan dan kesatuan iman.

Kegiatan ini menjadi wadah refleksi dan rekonsiliasi bagi pemuda GKI untuk kembali menegaskan peran strategis mereka sebagai tulang punggung gereja. Dalam wawancara bersama RajaAmpatNews di halaman Gedung Pari, Joni Solossa, S.IP M.AP, Ketua pemuda Klasis Sorong, menegaskan pentingnya momentum ini bagi masa depan pemuda gereja di Tanah Papua.

“Kami berharap, lewat Kongres Kedua FGM GKI di Tanah Papua ini, pemuda gereja dapat bangkit kembali, hidup, dan menggerakkan seluruh pemuda untuk bersekutu dan bersaksi demi hormat serta kemuliaan nama Tuhan,” ujar Joni dengan penuh semangat.

“Gereja tidak bisa dipisahkan dari pemuda. Sejatinya, pemuda adalah tulang punggung gereja. Karena itu, mereka harus bisa mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri,” tambahnya.

Menurut Joni, melalui forum ini, FGM GKI menjadi ruang kolaborasi lintas tingkatan — mulai dari sinode, klasis, hingga jemaat — agar gerakan pemuda gereja dapat semakin solid dan berdampak nyata bagi pelayanan. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena kegiatan ini mempererat hubungan antarbidang pelayanan di tubuh gereja.

“Kami bersyukur karena melalui rekonsiliasi ini, FGM yang merupakan kesatuan dari Seksi Kepemudaan Klasis dapat berkolaborasi dengan kami. Ke depan, kami siap bergerak bersama untuk membangkitkan semangat pemuda di seluruh wilayah Tanah Papua,” ungkapnya.

Selain menjadi ajang konsolidasi dan pembinaan rohani, Kongres Kedua FGM GKI ini juga menjadi momen penting dalam memilih kepemimpinan baru. Harapan besar pun mengiringi proses pemilihan tersebut.

“Semoga hasil kongres ini menghasilkan keputusan -keputusan yang kredibel dan berdampak bagi pemuda GKI,” harap Joni. “FGM tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial belaka. Kehadiran kami di Waisai bersama pimpinan Sinode menunjukkan bahwa gereja menaruh harapan besar kepada generasi muda. Inilah saatnya pemuda tampil sebagai kekuatan hidup gereja ke depan.”

Kehadiran para delegasi dari berbagai klasis menunjukkan antusiasme dan semangat persaudaraan yang kuat di antara pemuda GKI. Kongres ini bukan sekadar forum musyawarah, melainkan juga simbol kebangkitan dan pembaruan semangat pelayanan bagi generasi muda gereja di Tanah Papua.

Writer: Agustinus Guntur II Editor: Petrus Rabh