RAJA AMPAT — Warga Kampung Darumbab, Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, kembali menyuarakan harapan agar Pemerintah Kabupaten Raja Ampat segera melakukan perbaikan jalan utama yang menghubungkan sejumlah kampung di wilayah tersebut. Sabtu,(13/6/2026).
Jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu diketahui merupakan jalan poros yang menghubungkan sedikitnya enam kampung di Distrik Waigeo Utara. Kondisi jalan yang telah lama mengalami kerusakan dinilai semakin mengganggu aktivitas warga, baik dalam menjalankan kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas sehari-hari.
Menurut keterangan warga setempat, kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai. Saat musim hujan, badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang menyulitkan kendaraan maupun pejalan kaki untuk melintas. Sebaliknya, ketika cuaca panas, debu tebal beterbangan dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur tersebut.

“Kalau hujan, jalan menjadi sangat berlumpur dan licin sehingga kendaraan sulit lewat. Namun ketika panas, debu memenuhi jalan dan masuk ke rumah-rumah warga. Kondisi ini sudah kami rasakan bertahun-tahun,” ujar salah seorang warga Darumbab.
Warga menilai keberadaan jalan tersebut sangat vital karena menjadi jalur penghubung antar kampung di Distrik Waigeo Utara. Selain digunakan masyarakat Kampung Darumbab, akses tersebut juga dimanfaatkan warga dari kampung-kampung lain untuk melakukan perjalanan menuju pusat pelayanan pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, maupun aktivitas perdagangan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi jalan yang sebenarnya. Mereka meyakini bahwa kerusakan jalan yang terjadi selama ini membutuhkan perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Kami berharap pemerintah datang melihat sendiri kondisi jalan di sini. Jalan ini bukan hanya dipakai oleh warga Darumbab, tetapi juga menjadi akses penting bagi masyarakat dari kampung-kampung lain di Waigeo Utara,” kata warga.
Masyarakat juga mengungkapkan bahwa aspirasi terkait perbaikan jalan tersebut bukanlah hal baru. Usulan telah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah daerah melalui anggota legislatif yang melakukan kunjungan dan reses di Kampung Darumbab dalam beberapa tahun terakhir. Namun hingga saat ini, warga mengaku belum melihat adanya realisasi nyata berupa pembangunan maupun peningkatan kualitas jalan yang mereka harapkan. Kondisi tersebut membuat masyarakat kembali mendesak pemerintah agar menjadikan perbaikan jalan sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur daerah.

Menurut warga, jalan poros tersebut memiliki peran strategis karena menghubungkan sejumlah kampung di Distrik Waigeo Utara, termasuk akses dari Kampung Kabare menuju kawasan bandara yang setiap hari dilalui masyarakat. Dengan kondisi jalan yang baik, mobilitas warga diyakini akan menjadi lebih lancar dan aman.
Selain mendukung aktivitas masyarakat, perbaikan jalan juga dinilai dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kampung-kampung di Waigeo Utara. Distribusi hasil pertanian, perikanan, serta kebutuhan pokok masyarakat akan menjadi lebih mudah apabila akses transportasi tersedia dengan baik.
Karena itu, warga berharap Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui instansi teknis terkait dapat segera menindaklanjuti aspirasi yang telah lama disampaikan masyarakat. Mereka menginginkan adanya langkah konkret berupa peningkatan dan perbaikan jalan sehingga akses penghubung enam kampung di Distrik Waigeo Utara dapat berfungsi secara optimal untuk menunjang aktivitas masyarakat.
“Besar harapan kami agar pemerintah segera memperhatikan kondisi jalan ini. Jalan yang layak akan sangat membantu masyarakat dan mendukung pembangunan di Waigeo Utara,” ungkap warga.
Dengan kembali disampaikannya aspirasi tersebut, masyarakat Kampung Darumbab berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian
Writer: Dony Kumuai












