Buka Pembekalan 10 Program PKK, Bupati Raja Ampat Minta PKK Kampung Aktif Awasi Pendidikan dan Kesehatan

RAJA AMPAT — Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Raja Ampat menggelar kegiatan pembekalan 10 Program Pokok PKK bagi Ketua PKK kampung se-Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Maranu, Rabu (20/5/2026), sebagai upaya memperkuat kapasitas kader PKK dalam mendukung pembangunan berbasis keluarga di tingkat kampung.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan pembekalan tersebut. Turut hadir pula Wakil Bupati Raja Ampat, Mansyur Syahdan, Ketua TP-PKK Kabupaten Raja Ampat, Ny. Rusmiati Burdam, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, serta Ketua-Ketua PKK kampung se-Kabupaten Raja Ampat.

Dalam sambutannya, Bupati Raja Ampat menegaskan pentingnya peran strategis Tim Penggerak PKK di tingkat kampung dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan keluarga, hingga pengawasan sosial di lingkungan masyarakat.

Menurut Bupati Orideko, keberadaan kader PKK tidak hanya sebatas menjalankan program organisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memantau kondisi sosial masyarakat di kampung masing-masing.

“Kalau ada pendidikan di kampung yang kurang berjalan baik, anak-anak malas masuk sekolah, itu harus dilaporkan. Ibu-ibu harus ikut mengawasi supaya keadaan di kampung bisa berubah menjadi lebih baik,” tegas Bupati.

Ia menilai persoalan pendidikan di kampung perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam memastikan anak-anak tetap memperoleh akses pendidikan yang layak serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan generasi muda Raja Ampat.

Selain sektor pendidikan, Bupati juga memberi perhatian serius terhadap persoalan kesehatan masyarakat. Ia meminta ibu-ibu PKK aktif membantu mendeteksi berbagai persoalan kesehatan di kampung, terutama warga yang membutuhkan penanganan medis agar pemerintah daerah dapat bergerak cepat memberikan bantuan.

“Kalau ada masalah kesehatan, kita bantu apa yang bisa dibantu. Yang penting segera laporkan supaya pemerintah bisa mengambil langkah cepat,” ujarnya.

Baca Juga  Disperindag Raja Ampat Latih Teknisi Rumah Produksi Minyak Kelapa di Kampung Samate

Dalam arahannya, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga dan ketertiban sosial di lingkungan kampung. Ia mengingatkan agar masyarakat, termasuk kader PKK, ikut mengawasi berbagai persoalan sosial yang dapat memengaruhi stabilitas kehidupan keluarga dan masyarakat.

“Kita punya tugas bersama untuk memastikan kehidupan di kampung berjalan baik. Semua harus saling mengawasi dan saling mendukung,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati meminta dukungan penuh dari ibu-ibu PKK terhadap berbagai program pembangunan kampung, khususnya program pemberdayaan perempuan dan keluarga. Ia berharap pelaksanaan 10 Program Pokok PKK dapat disinergikan dengan program pemerintah daerah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat kampung.

Meski demikian, Bupati mengingatkan agar kader PKK tetap menjalankan fungsi pemberdayaan dan pengawasan sosial tanpa terlibat dalam pengelolaan keuangan kampung yang menjadi kewenangan pihak terkait.

“Peran ibu-ibu sangat penting dalam mendukung pembangunan keluarga dan kampung. Karena itu, mari sama-sama bekerja agar seluruh program berjalan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan pembekalan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas dan pemahaman para Ketua PKK kampung mengenai implementasi 10 Program Pokok PKK. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga serta pembangunan kampung yang berkelanjutan di Kabupaten Raja Ampat.

Writer : Agustinus Guntur