Waisai, RajaAmpatNews — Kegiatan Temu Kader PKK se-Kabupaten Raja Ampat Tahun 2025 resmi ditutup oleh Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, bersama Wakil Bupati Mansyur Syahdan, pada Rabu sore (15/10/2025) di halaman taman Tahura, Waisai, Kabupaten Raja Ampat.
Dalam sambutannya, Bupati Orideko menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK dari 24 distrik dan 124 kampung yang telah mengikuti kegiatan temu kader tersebut. Ia menegaskan agar seluruh kader PKK yang telah menerima pembekalan dan sosialisasi selama kegiatan dapat kembali ke kampung masing-masing untuk menghidupkan dan menjalankan 10 Program Pokok PKK, terutama yang berkaitan dengan bidang sandang, pangan, kesehatan, dan pendidikan keluarga.

“Ibu-ibu dong, pulang ke kampung kita lihat, ada apotek hidup tidak, ada posyandu aktif atau tidak. Program PKK ini harus jalan dulu sebelum program lain. Itu tugas kita semua sebagai kader,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya peran kader PKK dalam membina keluarga dan masyarakat di tingkat kampung. Ia mengingatkan agar kader PKK turut memastikan fasilitas kesehatan seperti posyandu dan apotek hidup tetap berjalan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
“Kalau ibu-ibu mau jalan-jalan, apotek hidup harus hidup, posyandu juga harus hidup. Jangan cuma rawat bapak-bapak saja, tapi juga anak-anak supaya mereka sehat dan pintar. Kalau anak-anak sehat dan pintar, cita-cita kita semua akan tercapai,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan bahwa Gedung Wanita Raja Ampat yang telah dibangun merupakan aset penting bagi kegiatan perempuan di daerah itu. Ia berharap setiap kegiatan PKK, pelatihan, maupun pertemuan organisasi perempuan dapat dilakukan di gedung tersebut.
“Gedung wanita itu rumahnya ibu-ibu. Jadi kalau ada kegiatan, lakukan di situ, jangan lagi di tempat lain. Gedung itu dibangun untuk ibu-ibu agar tidak perlu sewa-sewa tempat lagi,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga memberikan pesan agar kader PKK mampu menjadi pelopor dalam menjaga ketahanan keluarga dan berperan aktif dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan ibu dan anak, pendidikan anak usia dini, serta pemberdayaan ekonomi rumah tangga.
“Mulai dari ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, sampai anak-anak masuk sekolah dari PAUD, SD, dan seterusnya itu harus dikontrol oleh kader PKK. Karena PKK punya tanggung jawab besar untuk masa depan anak-anak dan keluarga kita di Raja Ampat,” tutup Bupati.
Kegiatan Temu Kader PKK se-Kabupaten Raja Ampat Tahun 2025 ini merupakan agenda TP PKK Kabupaten Raja Ampat yang bertujuan memperkuat kapasitas dan koordinasi antar kader PKK di seluruh wilayah Raja Ampat, serta mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan masyarakat menuju keluarga sejahtera dan mandiri.
Usai Rangkaian acara Penutupan seluruh ibu Ibu PKK mengikuti Senam Sehat di halaman Taman Tahura Waisai Raja Ampat.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu













