RAJA AMPAT – Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, menegaskan pentingnya pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah tempat perusahaan beroperasi.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Orideko Iriano Burdam saat memberikan sambutan dalam kegiatan pelantikan dan pengukuhan Pengurus Forum Mitra Pembangunan Berkelanjutan Kabupaten Raja Ampat, yang berlangsung di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Raja Ampat, Senin (31/8/2026).
Menurut Bupati Orideko, keberadaan perusahaan yang beroperasi di Raja Ampat harus memberikan perhatian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Ia menilai, program CSR semestinya diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di kampung-kampung yang berada di sekitar perusahaan.
Ia mengungkapkan, masih ditemukan perusahaan yang menjalankan program CSR di wilayah yang jauh dari lokasi operasionalnya. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius.
“CSR itu harus dilakukan di daerah sekitar, di tempat perusahaan beroperasi. Jangan sampai perusahaan beroperasi di satu wilayah, tetapi program CSR-nya justru dilaksanakan jauh dari masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan,” tegas Orideko.
Ia menyinggung konsep pembagian wilayah Ring 1, Ring 2 dan Ring 3 dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan. Menurutnya, masyarakat yang berada paling dekat dengan wilayah operasional perusahaan seharusnya menjadi perhatian utama.
Karena itu, Bupati Orideko berharap kehadiran Forum Mitra Pembangunan Berkelanjutan dapat menjadi wadah untuk membangun koordinasi antara pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat dalam menyelaraskan berbagai program pembangunan.
Forum tersebut diharapkan mampu memetakan kebutuhan masyarakat serta mengkaji berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan, sehingga pembangunan maupun bantuan perusahaan benar-benar tepat sasaran.
“Dengan adanya forum ini, kita bisa sama-sama membahas program yang akan dilakukan. Di kampung ini apa yang kurang, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan apa yang perlu dibangun. Semuanya harus dibicarakan bersama,” ujarnya.
Orideko juga menyoroti pola penyaluran bantuan perusahaan yang terkadang belum dilakukan melalui perencanaan dan koordinasi yang baik. Menurutnya, bantuan yang diberikan kepada masyarakat harus didasarkan pada kebutuhan riil dan memberikan manfaat jangka panjang.
Ia berharap forum yang baru dikukuhkan tersebut dapat mengambil peran aktif dalam melakukan kajian dan memberikan masukan terhadap program pembangunan di Raja Ampat.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan keinginan semata tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan manfaat bagi masyarakat.
“Kita tidak boleh lagi membangun sesuatu tetapi kemudian tidak tahu apa manfaatnya. Jangan sampai ada pembangunan yang akhirnya tidak digunakan atau tidak memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan masukan dari berbagai pihak dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Forum Mitra Pembangunan Berkelanjutan, kata dia, diharapkan menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam memberikan pandangan, kritik dan rekomendasi terhadap berbagai persoalan pembangunan.
Masukan tersebut dinilai penting agar setiap kebijakan yang diambil pemerintah tidak bertentangan dengan kebutuhan maupun kepentingan masyarakat.
“Kalau ada kebijakan yang perlu didiskusikan, mari kita diskusikan bersama. Jangan sampai pemerintah membuat kebijakan yang pada akhirnya bertentangan dengan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Orideko berharap Forum Mitra Pembangunan Berkelanjutan dapat membangun komunikasi dan koordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah maupun para pemangku kepentingan lainnya.
Ia bahkan mendorong agar forum tersebut secara rutin melakukan pertemuan untuk membahas berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan di Kabupaten Raja Ampat.
“Kalau bisa, minimal satu bulan sekali kita bertemu. Tetapi komunikasi tidak harus menunggu satu bulan. Setiap saat kita bisa berkomunikasi dan berdiskusi tentang apa yang perlu kita lakukan untuk Raja Ampat,” ujarnya.
Menurut Orideko, keberadaan forum tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan Raja Ampat yang lebih terarah, terencana dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, ia berharap setiap program pembangunan dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Forum ini harus menjadi ruang untuk terus berkoordinasi dan berdiskusi, supaya semua yang kita kerjakan memiliki arah yang jelas dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta pembangunan Raja Ampat,” pungkasnya.












