RAJA AMPAT – Menjaga Raja Ampat tetap menjadi surga bahari dunia di tengah pesatnya perkembangan pembangunan dan pariwisata membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat pun memperkuat kolaborasi multipihak melalui pengukuhan Badan Pengurus Forum Mitra Pembangunan Berkelanjutan Kabupaten Raja Ampat.
Pengukuhan sekaligus pelantikan badan pengurus forum tersebut berlangsung di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Raja Ampat, Senin (31/8/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam, Wakil Bupati Mansyur Syahdan, anggota DPRK Raja Ampat sekaligus Ketua Forum Mitra Pembangunan Berkelanjutan Ruben Sauyai, jajaran pengurus dan anggota forum, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Orideko Iriano Burdam. Sebelum pengambilan sumpah dan pelantikan, Bupati terlebih dahulu menanyakan kesediaan ketua dan anggota badan pengurus untuk menerima serta menjalankan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada mereka.

Setelah menyatakan kesediaan, prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pengukuhan badan pengurus Forum Mitra Pembangunan Berkelanjutan Kabupaten Raja Ampat.
Dalam sambutannya, Bupati Orideko menegaskan bahwa pembentukan forum tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kerja bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Raja Ampat.
Menurutnya, Raja Ampat memiliki posisi penting sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa.
“Raja Ampat merupakan jantung segitiga karang dunia, dengan sekitar 75 persen terumbu karang dunia dan keanekaragaman hayati laut yang sangat kaya. Kekayaan ini adalah anugerah sekaligus tanggung jawab besar bagi kita semua,” ujar Orideko.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah berupaya menerapkan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan melalui berbagai regulasi, penguatan daya dukung kawasan, serta penerapan kode etik berwisata.
Namun, perkembangan pembangunan dan pariwisata yang terus meningkat juga membawa tekanan yang harus diantisipasi dan dikendalikan secara bersama.
Karena itu, keberadaan Forum Mitra Pembangunan Berkelanjutan diharapkan menjadi wadah yang mampu mempertemukan berbagai kepentingan sekaligus menghasilkan solusi bagi pembangunan daerah.

“Oleh karena itu, pembentukan Forum Mitra Pembangunan Berkelanjutan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi multipihak, menyatukan pemerintah, aparat keamanan, lembaga adat, akademisi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil dalam satu wadah bersama,” katanya.
Bupati berharap forum tersebut tidak berhenti pada pengukuhan struktur organisasi, tetapi benar-benar menjadi ruang strategis untuk berbagi data, informasi dan pemikiran dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
Forum tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah menjaga keseimbangan antara tiga kepentingan utama, yakni kelestarian lingkungan, pertumbuhan ekonomi dan keberlangsungan nilai-nilai sosial budaya masyarakat Raja Ampat.
“Kepada seluruh pengurus yang hari ini dikukuhkan, saya sampaikan selamat bertugas. Amanah ini bukanlah pekerjaan ringan, namun saya percaya dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Raja Ampat, forum ini akan mampu menghasilkan rekomendasi yang konkret dan bermanfaat bagi arah pembangunan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Orideko juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra pembangunan, lembaga adat dan organisasi yang telah mengambil bagian dalam forum tersebut.
Ia meminta agar forum tidak sekadar menjadi formalitas kelembagaan, tetapi mampu diwujudkan sebagai gerakan bersama yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
“Mari kita jadikan forum ini bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan gerakan bersama yang nyata dan berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati berharap Forum Mitra Pembangunan Berkelanjutan ini dapat membangun sinergi yang semakin erat dengan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, terutama dalam penyusunan kebijakan strategis.

Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain pengelolaan kawasan konservasi, pengaturan kuota kunjungan wisatawan, pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, serta perlindungan pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat adat.
Menurut Bupati Orideko, keterlibatan seluruh unsur menjadi kunci untuk memastikan pembangunan berjalan secara adil dan tidak mengorbankan lingkungan maupun masyarakat lokal.
“Mulai dari pemerintah, TNI-Polri, akademisi, dunia usaha, hingga generasi muda, akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat komunikasi dan koordinasi sehingga setiap kebijakan pembangunan benar-benar berpijak pada data yang akurat dan aspirasi masyarakat setempat.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah berharap Raja Ampat tidak hanya mampu mempertahankan statusnya sebagai destinasi pariwisata dunia, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat lokal serta kelestarian alam tetap terjaga.
“Dengan demikian, Raja Ampat dapat tumbuh menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia yang tetap menjaga kelestarian alam dan martabat budaya masyarakatnya,” pungkas Orideko.












