Cegah DBD, Tim Gabungan Gencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk di Desa Randusari

KENDAL — Upaya mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus dilakukan melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Tim gabungan yang terdiri dari bidan desa, petugas Puskesmas, kader Posyandu, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 165 Ananta Abhipraya UIN Walisongo Semarang turun langsung ke rumah-rumah warga di RT 1/RW 1, Desa Randusari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pagi tersebut dilakukan dengan membagi tim ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok mendatangi rumah warga satu per satu untuk memeriksa berbagai titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Pemeriksaan dilakukan dengan menerapkan prinsip 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah yang berpotensi menampung air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menjadi tempat genangan.

Sejumlah lokasi menjadi sasaran pemeriksaan, antara lain bak mandi, ember, drum air, vas bunga, hingga tumpukan barang bekas di halaman dan sekitar rumah. Pemeriksaan jentik nyamuk dipimpin oleh bidan desa bersama petugas Puskesmas, dengan melibatkan kader Posyandu dan mahasiswa KKN.

Selain melakukan pemeriksaan, tim juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin, setidaknya satu kali dalam sepekan.

Warga juga diingatkan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi yang disertai bintik merah pada kulit sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap gejala DBD.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga turut membantu tim memeriksa sejumlah lokasi yang kerap luput dari perhatian, seperti talang air dan pot tanaman. Sebagian warga juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung dengan bidan desa dan petugas Puskesmas mengenai langkah efektif mencegah gigitan nyamuk di lingkungan rumah.

Pelaksanaan PSN ini menjadi langkah preventif untuk menekan risiko kasus DBD, terutama pada periode yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk. Pemeriksaan secara rutin diharapkan mampu menemukan dan menangani tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk sejak dini sehingga risiko penularan dapat ditekan.

Baca Juga  Usai Libur Natal, ASN Pemkab Raja Ampat Kembali Aktif dan Ikuti Apel Rutin

Kegiatan PSN tersebut merupakan bagian dari rangkaian program kerja bidang kesehatan KKN Posko 165 Ananta Abhipraya UIN Walisongo Semarang selama menjalankan pengabdian di Desa Randusari. Kolaborasi bersama tenaga kesehatan dan kader setempat sekaligus menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan di tengah masyarakat.