Waisai, RajaAmpatNews — Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.IP., MM., M.Ec.Dev, secara resmi melantik Ketua dan Badan Pengurus Gabungan Majelis Ta’lim (GMT) Kabupaten Raja Ampat Masa Bakti 2025–2030, yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja (Raker) Pertama GMT Raja Ampat, bertempat di Aula Dinas Pendidikan, Kompleks Kantor Bupati Raja Ampat, Kamis (22/1/2026).
Pelantikan ditandai dengan pembacaan naskah pelantikan dan penandatanganan berita acara oleh Bupati Raja Ampat, disaksikan langsung oleh Ketua GMT Provinsi Papua Barat Daya, Sarbanun Timolingo, S.Sos, serta para tokoh agama, tokoh perempuan, dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Bupati Orideko menegaskan bahwa GMT merupakan wadah sosial dan keagamaan strategisyang lahir dari inisiatif pemerintah daerah untuk menghimpun kaum ibu dalam memperkuat kehidupan religius dan sosial masyarakat.
“GMT ini bukan sekadar organisasi, tetapi mitra pemerintah dalam menjaga moral, membangun kerukunan, dan memperkuat keluarga. Ibu-ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak,” ujar Orideko.
Bupati secara khusus mendorong peran aktif GMT dalam mendukung program kebersihan lingkungan, dimulai dari halaman rumah masing-masing, serta membantu pemerintah dalam sosialisasi kerukunan, toleransi antarumat beragama, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan pengawasan jam belajar anak-anak.
Menurutnya, KDRT merupakan salah satu kejahatan berat yang tidak boleh ditoleransi karena berdampak langsung pada moral dan masa depan generasi.
“Korupsi, narkoba, dan KDRT adalah kejahatan besar. Tidak boleh ada toleransi. Saya minta ibu-ibu GMT aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Di bidang pendidikan, Bupati Orideko juga meminta peran orang tua, khususnya kaum ibu, untuk tidak mengabaikan proses pembinaan anak di sekolah.
“Anak-anak dititipkan di sekolah untuk dibina. Jika ada sanksi dari guru sebagai bagian dari proses pendidikan, orang tua tidak perlu mengintervensi. Mari kita jaga anak-anak kita bersama,” tambahnya.
Dari sisi keagamaan, Bupati mengajak GMT terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan, termasuk menyukseskan agenda Ramadan melalui lomba-lomba religius seperti tilawah Al-Qur’an, sehingga bulan suci dapat berjalan khusyuk dan membawa keberkahan bagi masyarakat Raja Ampat.
Atas nama Pemerintah Daerah, Bupati Orideko menyampaikan ucapan selamat dan tahniah kepada Habiba Tamimaselaku Ketua GMT Raja Ampat beserta seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ikrar pengabdian untuk kemaslahatan umat di gugusan pulau-pulau kebanggaan kita,” ungkapnya.
Ia berharap GMT tampil sebagai organisasi inklusif yang tidak hanya aktif dalam pengajian, tetapi juga hadir sebagai solusi atas persoalan sosial, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Raja Ampat yang tidak hanya maju secara fisik dan pariwisata, tetapi juga kokoh secara spiritual dan karakter.

Bupati Orideko juga secara resmi membuka Rapat Kerja Pertama GMT Raja Ampat, seraya mengajak seluruh pengurus bermusyawarah untuk menebar kebermanfaatan bagi sesama.
“Setiap kebermanfaatan yang ditebar akan kembali dalam bentuk keberkahan hidup,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua GMT Kabupaten Raja Ampat, Habiba T. Syahdan, S.Keb.Tr., MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa GMT hadir bukan sekadar sebagai wadah berkumpul, melainkan sebagai epicentrum peradaban perempuan muslim yang berperan dalam penguatan moral, ketahanan keluarga, dan kesejahteraan umat.
Ia memaparkan visi “GMT Raja Ampat yang Mandiri, Cerdas, dan Berakhlakul Karimah”, melalui transformasi intelektual majelis taklim, sinergi strategis dengan pemerintah daerah, serta pemberdayaan ekonomi umat berbasis komunitas.
“Jabatan ini bukan kemuliaan, tetapi pengabdian. Keberhasilan organisasi terletak pada kebersamaan dan ketulusan melayani umat,” ujarnya.
Ketua GMT Provinsi Papua Barat Daya, Sarbanun Timolingo, S.Sos, dalam arahannya menegaskan bahwa GMT memiliki fokus besar pada pemberdayaan perempuan muslim Papua, termasuk program sunat massal, pendidikan baca tulis Al-Qur’an, serta pembinaan keagamaan berkelanjutan.
Ia mengungkapkan bahwa GMT Papua Barat Daya telah berhasil memberangkatkan sejumlah jamaah haji dan jamaah umrah, serta berkomitmen memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah demi peningkatan kualitas umat.
“Kami berterima kasih kepada Bupati Raja Ampat yang menjadi pelindung GMT. Sinergi dengan pemerintah adalah kunci keberhasilan program umat,” katanya.
Rangkaian kegiatan pelantikan ditutup dengan Rapat Kerja Pertama GMT Raja Ampat, yang ditandai dengan penyematan kartu tanda peserta Raker serta pemukulan Tifa oleh Bupati Raja Ampat, sebagai simbol dimulainya langkah dan pengabdian GMT Raja Ampat untuk lima tahun ke depan.
Writer: Petrus Rabu












