Kongres Kerja PGRI Raja Ampat 2025–2030 Resmi Dibuka, Bahas Profesionalisme Guru dan Agenda Transformasi Pendidikan

Nixon Miosido, S.Pd, M.Pd/dok. RajaAmpatNews.com
Nixon Miosido, S.Pd, M.Pd/dok. RajaAmpatNews.com

Momentum penguatan peran strategis guru di wilayah kepulauan serta penyusunan agenda kerja PGRI hingga tahun 2030.

WAISAI, RajaAmpatNews – Kongres Kerja Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Raja Ampat Masa Bakti XXIII Tahun 2025–2030 resmi dibuka pada Jumat (14/11/2025). Kegiatan yang mengangkat tema “Meningkatkan Profesionalisme Guru untuk Pendidikan yang Berkualitas dan Alat Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas” ini dibuka oleh Wakil Bupati Raja Ampat, Drs. Mansyur Syahdan, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Raja Ampat.

Dalam sambutan resmi Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam, S.IP., MM., M.Ec.Dev., yang dibacakan Wakil Bupati, disebutkan bahwa kongres ini merupakan momentum penting bagi PGRI untuk memperkuat peran strategis guru dalam pembangunan pendidikan, terutama di daerah kepulauan yang memiliki tantangan geografis.

“Guru adalah fondasi kemajuan bangsa, terlebih di Raja Ampat yang memiliki medan tugas berat. Para guru kita rela bertugas di pulau-pulau terpencil demi mencerdaskan anak bangsa. Pengabdian ini harus terus kita dukung melalui peningkatan kompetensi, kesejahteraan, serta kualitas layanan pendidikan,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk terus bersinergi dengan PGRI, baik dalam peningkatan profesionalisme guru, penyediaan sarana pendidikan, hingga peningkatan mutu pembelajaran di seluruh distrik.

Bupati juga berharap pelaksanaan kongres berjalan demokratis, objektif, dan bertanggung jawab, sehingga mampu menghasilkan kepengurusan PGRI yang visioner dan responsif terhadap tantangan pendidikan daerah hingga tahun 2030.

Sementara itu, Ketua PGRI Raja Ampat Demisioner Periode 2022–2027, Nixon Miosido, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kepengurusan baru PGRI akan menjabat hingga 2030. Dalam kongres kali ini, sejumlah program strategis telah disiapkan untuk dibahas dan ditetapkan.

Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas dan kepastian sertifikasi guru. “Sertifikasi menjadi perhatian penting PGRI karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan dan profesionalisme guru,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan guru, terutama mereka yang bertugas di wilayah pesisir dan daerah dengan akses sulit. Selain itu, PGRI terus mendorong perbaikan distribusi tenaga pendidik melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan agar ketimpangan guru antar sekolah dapat diminimalisir.

Nixon menambahkan bahwa penguatan identitas profesi guru melalui Kartu Tanda Anggota (KTA) PGRI turut menjadi salah satu isu strategis dalam kongres ini. KTA tersebut berfungsi sebagai identitas resmi sekaligus memberikan manfaat administratif bagi para guru.

Isu lainnya yang turut dibahas adalah hak-hak guru, termasuk status kepegawaian dan proses seleksi PPPK. Menurut Nixon, sejumlah perbaikan terkait aturan dan jadwal seleksi telah mulai diberlakukan sejak Oktober lalu, dan menjadi perhatian serius PGRI.

Kongres Kerja PGRI Raja Ampat Tahun 2025 ini diharapkan mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis serta kepengurusan baru yang solid dalam memperjuangkan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru hingga tahun 2030.

Dengan semangat profesionalisme dan transformasi, PGRI Raja Ampat diharapkan terus menjadi mitra pemerintah dalam membangun generasi emas Indonesia.

Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu