UNIPA Gelar “Raja Ampat Senior High School Debating Championship 2025”

Ajang Asah Kemampuan Bahasa Inggris dan Berpikir Kritis Pelajar Raja Ampat

Waisai, Raja Ampat News – Universitas Negeri Papua (UNIPA) melalui Program Studi D-III Ekowisata Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan menggelar ajang bergengsi bagi pelajar tingkat menengah atas di Kabupaten Raja Ampat. Kompetisi bertajuk “Raja Ampat Senior High School Debating Championship 2025” ini berlangsung di Waisai, Rabu (29/10/2025), dan diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai SMA dan SMK di daerah tersebut.

Tiga sekolah turut ambil bagian dalam lomba debat berbahasa Inggris ini, yaitu SMA Negeri 1 Raja Ampat, SMK Negeri 2 Raja Ampat, dan SMK Pariwisata Cahaya Papua. Masing-masing sekolah mengirimkan dua tim terbaik untuk berkompetisi menampilkan kemampuan berpikir kritis dan berargumentasi logis.

Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dengan kehadiran pejabat daerah, pimpinan UNIPA, para guru, dan siswa peserta lomba. Drs. Aldysius, Koordinator Pengawas SMA/SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat, hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk membuka acara sekaligus membacakan sambutan resmi Bupati Raja Ampat.

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Raja Ampat menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan lomba tersebut. Menurutnya, kegiatan debat menjadi wadah strategis untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, dan berargumentasi generasi muda Raja Ampat.

“Saya menyambut gembira penyelenggaraan kompetisi debat tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Raja Ampat ini. Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi biasa, melainkan ruang pembelajaran penting untuk mengembangkan kemampuan analisis dan komunikasi efektif,” ujar Bupati dalam sambutan yang dibacakan oleh Drs. Aldysius.

Bupati juga menegaskan bahwa Raja Ampat tidak hanya dikenal karena keindahan alam bawah lautnya, tetapi juga karena potensi sumber daya manusianya yang unggul. Ia berharap generasi muda mampu menjadi pelopor kemajuan daerah melalui peningkatan kualitas diri dan kemampuan berbahasa asing.

“Melalui kegiatan debat ini, para siswa dilatih untuk menyusun argumentasi logis dan menyampaikan pendapat secara santun namun tegas. Kemampuan ini akan sangat berguna, baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun dalam karier mereka di masa depan,” lanjutnya.

Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Program Studi D-III Ekowisata UNIPA atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan menengah, katanya, menjadi langkah penting dalam memperkuat mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Raja Ampat.

Koordinator Program Studi D-III Ekowisata UNIPA, Novelina Tampubolon, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa lomba debat ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bahasa sekaligus menjadi bagian dari perayaan HUT Universitas Negeri Papua (UNIPA) yang jatuh pada 3 November 2025.


KET: Koordinator Program Studi D-III Ekowisata UNIPA, Novelina Tampubolon, S.Hut., M.Si/Foto: Dony Kumuai 

“Kegiatan debat ini menjadi salah satu cara kami memperkenalkan dan mensosialisasikan Program Studi D-III Ekowisata kepada siswa SMA, khususnya kelas 3. Kami ingin mereka mengetahui bahwa di Raja Ampat terdapat program studi yang fokus pada pengembangan ekowisata—bidang yang sangat relevan dengan potensi daerah ini,” jelas Novelina.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen UNIPA dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Raja Ampat, khususnya di bidang pariwisata berkelanjutan dan penguasaan bahasa asing.

“Raja Ampat merupakan destinasi wisata internasional. Karena itu, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris sangat penting. Melalui debat ini, para siswa belajar mengemukakan pendapat, menghargai perbedaan pandangan, dan berkomunikasi secara efektif dalam bahasa Inggris,” ujarnya.

Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu