Warga Belakang Masjid Nurul Haqi Waisai Minta Pemerintah Bangun Drainase Permanen

banner 120x600

Waisai, RajaAmpatNews– Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Raja Ampat pada Senin malam, 1 September 2025, menyebabkan sejumlah kawasan pemukiman di Waisai, ibu kota kabupaten, terendam banjir. Genangan air dilaporkan masuk hingga ke rumah warga, khususnya di kawasan Jalan Lukas Dailon, tepatnya di belakang Masjid Nurul Haqi Waisai. Rabu,(3/9/2025).

Warga setempat mengeluhkan kondisi ini sudah berulang kali terjadi setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan membangun saluran drainase permanen untuk mengantisipasi banjir serupa di masa mendatang.

Menurut pengakuan salah seorang warga, air yang meluap pada Senin malam tidak hanya menutup akses jalan, tetapi juga masuk ke dalam rumah warga.

“Kami minta pemerintah bisa turun dan cek langsung ke pemukiman warga di sini agar bisa melihat kondisi nyata. Harapan kami pemerintah bisa segera membangun drainase atau saluran air, supaya air hujan tidak lagi tertahan dan masuk ke rumah-rumah kami,” ujarnya.

Banjir yang terjadi di Waisai menambah daftar panjang persoalan infrastruktur perkotaan di Kabupaten Raja Ampat. Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Papua Barat Daya yang dikenal dunia karena keindahan alam dan baharinya, Waisai dihadapkan pada tantangan serius dalam hal penataan kota, terutama pada aspek drainase dan pengelolaan lingkungan perkotaan.

Selain mengganggu aktivitas warga, kondisi banjir ini juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, terutama jika genangan air bertahan lama dan menjadi sarang penyakit. Anak-anak dan lansia disebut sebagai kelompok yang paling rentan terhadap risiko pascabanjir.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui dinas teknis yang membidangi pekerjaan umum dan penataan ruang diharapkan segera melakukan langkah cepat. Selain pembangunan drainase baru, warga juga meminta adanya perawatan dan pembersihan saluran air yang sudah ada, karena beberapa di antaranya disebut kerap tersumbat akibat penumpukan sampah maupun endapan tanah.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur dasar, termasuk sistem drainase kota, tidak kalah penting dibandingkan pembangunan sektor lain. Mengingat Raja Ampat kerap menjadi sorotan wisatawan nasional maupun mancanegara, penataan kota yang ramah lingkungan dan bebas banjir akan menjadi salah satu faktor pendukung bagi citra positif daerah tersebut. (Dony Kumuai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *