RAJA AMPAT — Konsultasi Nasional (KONAS) XIX Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FK-PKB PGI) di Kabupaten Raja Ampat resmi berakhir. Namun, bagi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, berakhirnya kegiatan tersebut bukan berarti berakhir pula persaudaraan yang telah terbangun selama berlangsungnya KONAS.
Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Raja Ampat, Yusuf Salim, pada ibadah penutupan KONAS XIX FK-PKB PGI di halaman Gedung Gereja GKI Alfa Omega Waisai, Jumat malam (11/9/2026), menyampaikan pesan agar para peserta membawa pulang semangat iman, kasih dan pelayanan dari Raja Ampat.
Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Raja Ampat, Petrus Rabu, dalam siaran persnya, Sabtu (12/9/2026), menjelaskan bahwa Bupati menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran para peserta KONAS XIX yang datang dari berbagai penjuru Tanah Air.
Menurut Bupati, para peserta datang ke Raja Ampat dengan membawa kerinduan, pergumulan dan harapan. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mereka diharapkan kembali ke daerah masing-masing dengan hati yang telah dikuatkan dan dipersatukan dalam kasih Tuhan.
“Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Raja Ampat, saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Kehadiran Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara di tanah leluhur kami bukan sekadar sebuah kunjungan, melainkan sebuah anugerah persaudaraan yang akan selalu kami kenang,” demikian pesan Bupati yang dibacakan Sekda.

Bupati juga menekankan pentingnya menghidupi tema KONAS XIX, “Bapa yang Berakar, Keluarga yang Berbuah: Ekklesia Domestika dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga.”
Menurutnya, tema tersebut tidak boleh berhenti sebagai rangkaian kata dalam sebuah kegiatan, tetapi harus menjadi nilai yang tertanam dalam kehidupan keluarga dan pelayanan para pria kaum bapa.
“Pohon yang kuat bukanlah pohon yang tidak pernah diterpa angin, melainkan pohon yang akarnya tertanam dalam tanah dan tidak tergoyahkan. Demikian pula kita sebagai pria kaum bapa, biarlah pergumulan hidup, tantangan keluarga, dan pergolakan zaman tidak mencabut akar iman kita, melainkan semakin meneguhkannya,” pesannya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, penyelenggaraan KONAS XIX FK-PKB PGI juga memiliki makna lebih dari sekadar agenda organisasi gerejawi.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai telah mempertemukan umat dalam semangat persaudaraan, pelayanan, serta penguatan kehidupan keluarga.
Karena itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan, terutama panitia pelaksana, Majelis dan Jemaat GKI Alfa Omega Waisai yang telah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah penutupan.

Apresiasi juga diberikan kepada Pendeta Yandi Manobe yang melayani firman Tuhan sekaligus memimpin ibadah penutupan.
Menjelang berakhirnya kebersamaan para peserta, Bupati berpesan agar Raja Ampat tidak hanya dikenang karena keindahan alamnya, tetapi juga karena nilai persaudaraan, kasih dan pelayanan yang telah dirasakan selama KONAS.
“Dari Waisai, dari Raja Ampat, biarlah Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara membawa pulang bukan hanya kenangan tentang keindahan laut dan pulau-pulau kami, tetapi juga membawa pulang kasih, semangat pelayanan, dan komitmen untuk menjadi bapa yang berakar bagi keluarga masing-masing,” pesannya.
Bupati juga menyampaikan selamat jalan kepada seluruh peserta KONAS XIX FK-PKB PGI yang akan kembali ke daerah masing-masing.
Ia berharap seluruh peserta tiba dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga, anak-anak, gereja serta jemaat yang telah menantikan kepulangan mereka.
“Persaudaraan yang telah Tuhan rajut selama beberapa hari ini tidak akan pernah berakhir,” tegasnya.
Dalam pesan penutupnya, Bupati menggambarkan persaudaraan yang telah terbangun selama KONAS sebagai ikatan kasih yang tetap menyertai meskipun para peserta kembali ke tempat masing-masing.

“Walau raga berpisah sudah, doa dan kasih tetap menemani,” demikian pesan tersebut.
Di akhir sambutannya, Bupati menyerahkan seluruh hasil dan buah KONAS XIX kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja.
Ia berharap apa yang telah dimulai di Raja Ampat dapat terus bertumbuh dan menghasilkan buah pelayanan di setiap keluarga, gereja dan berbagai daerah di Indonesia.
“Kiranya apa yang telah dimulai di Raja Ampat, terus bertumbuh dan berbuah di setiap keluarga, di setiap gereja, dan di setiap jengkal tanah air ini,” ujarnya.
Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memohon berkat dan perlindungan-Nya, Bupati Raja Ampat secara resmi menyatakan Konsultasi Nasional XIX Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Tahun 2026 di Kabupaten Raja Ampat ditutup.
Penutupan tersebut sekaligus menjadi momentum perpisahan bagi para peserta yang selama beberapa hari berkumpul di Waisai dalam semangat persaudaraan, pelayanan dan penguatan keluarga.
Dari Raja Ampat, para peserta diharapkan kembali ke daerah masing-masing dengan membawa pesan bahwa bapa yang berakar dalam iman akan menjadi berkat bagi keluarga, gereja dan masyarakat.
“Pintu dan hati kami akan selalu terbuka untuk menerima kembali kunjungan Bapak, Ibu sekalian,” tutup Bupati.
Rangkaian penutupan KONAS XIX FK-PKB PGI kemudian dilanjutkan dengan ibadah yang berlangsung penuh khidmat di halaman Gedung Gereja GKI Alfa Omega Waisai.

Ibadah dipimpin oleh Pendeta Yandi Manobe dan dihadiri para peserta KONAS XIX FK-PKB PGI serta ratusan umat Kristen di Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat.
Suasana ibadah berlangsung dalam nuansa sukacita sekaligus haru. Setelah beberapa hari mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, para peserta akhirnya menutup kebersamaan mereka melalui persekutuan dan doa bersama sebelum kembali ke daerah masing-masing.
Kehadiran ratusan umat Kristen Kota Waisai dalam ibadah penutupan juga menjadi gambaran kuatnya dukungan dan rasa persaudaraan masyarakat Raja Ampat terhadap pelaksanaan KONAS XIX FK-PKB PGI.
Di bawah semangat tema “Bapa yang Berakar, Keluarga yang Berbuah”, ibadah penutupan menjadi momentum untuk kembali menguatkan komitmen para pria kaum bapa agar menjadi teladan iman, membangun keluarga yang kokoh, serta menghadirkan buah pelayanan dan kasih di tengah gereja dan masyarakat.
Dengan berakhirnya ibadah penutupan, seluruh rangkaian KONAS XIX FK-PKB PGI Tahun 2026 di Raja Ampat resmi berakhir. Namun, semangat persaudaraan yang telah terbangun di Bumi Bahari Raja Ampat diharapkan terus hidup dan menjadi berkat bagi keluarga, gereja serta masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air.












