Temu Raya PAR GKI Raja Ampat Gaungkan Gerakan Perlindungan Anak dan Pencegahan Kekerasan

Ket: Temu Raya PAR GKI Klasis Raja Ampat yang dirangkaikan dengan kampanye gerakan perlindungan anak dan pencegahan kekerasan terhadap anak yang berlangsung di Tahura, Kota Waisaim Selasa(25/11/2025)/Foto: Dony K
Ket: Temu Raya PAR GKI Klasis Raja Ampat yang dirangkaikan dengan kampanye gerakan perlindungan anak dan pencegahan kekerasan terhadap anak yang berlangsung di Tahura, Kota Waisaim Selasa(25/11/2025)/Foto: Dony K
banner 120x600

WAISAI, RajaAmpatNews – Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua melalui Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) Klasis Raja Ampat menggelar Temu Raya PAR GKI Klasis Raja Ampat yang dirangkaikan dengan kampanye gerakan perlindungan anak dan pencegahan kekerasan terhadap anak. Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Tahura Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis gereja bersama pemerintah daerah dalam membangun kesadaran publik terhadap pentingnya perlindungan anak sebagai fondasi utama pembentukan generasi muda Papua yang sehat, aman, dan berkarakter.

Temu Raya PAR mengusung tema “Jaga Anak, Jaga Raja Ampat, Anak Bahagia, Papua Jaya”, yang menegaskan bahwa isu perlindungan anak tidak dapat dipisahkan dari agenda pembangunan daerah, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia Papua yang berkualitas dan berdaya saing.

Ketua Panitia Pelaksana, Richard R. Matulessy, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh peserta dari seluruh wilayah pelayanan GKI Klasis Raja Ampat dengan jumlah mencapai 350 hingga 600 anak dan remaja.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Temu Raya PAR GKI Klasis Raja Ampat, Richard R. Matulessy/Foto: Dony Kumuai

“Temu Raya ini bukan sekadar agenda seremonial gerejawi, tetapi menjadi ruang edukasi sekaligus kampanye sosial yang menegaskan komitmen bersama dalam mencegah segala bentuk kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” kata Richard.

Ia menjelaskan, kegiatan ini difokuskan pada edukasi pencegahan kekerasan serta penguatan pemahaman mengenai hak-hak anak, yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Raja Ampat.

Kolaborasi lintas sektor ini melibatkan Seksi Persekutuan Anak dan Remaja GKI Klasis Raja Ampat sebagai pelaksana teknis, dengan dukungan penuh pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan sosialisasi dan kampanye perlindungan anak.

“Kami berupaya membangun kesadaran kolektif agar masyarakat memahami bahwa kekerasan terhadap anak, dalam bentuk fisik, verbal maupun psikologis, adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi anak dan harus dicegah sejak dini,” ujarnya.

Menurut Richard, tema yang diangkat merupakan seruan moral sekaligus refleksi sosial agar seluruh elemen masyarakat menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas bersama, bukan semata-mata tanggung jawab orang tua atau lembaga tertentu.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab kolektif. Gereja, pemerintah, keluarga, dan masyarakat harus hadir secara nyata dalam menjamin ruang aman bagi tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan Temu Raya PAR mencakup ibadah bersama, sesi edukatif, diskusi tematik, permainan rohani, serta materi pembinaan karakter yang menanamkan nilai kasih, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Seluruh kegiatan dirancang untuk membangun lingkungan yang ramah anak serta memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng utama perlindungan anak.

Melalui momentum ini, GKI Klasis Raja Ampat menegaskan kembali komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mengawal isu perlindungan anak di Tanah Papua, sekaligus mendorong sinergi berkelanjutan antara gereja, pemerintah, dan masyarakat.

“Jika anak terlindungi, maka masa depan Raja Ampat terjaga. Jika anak tumbuh bahagia, maka Papua memiliki harapan besar untuk maju dan sejahtera,” pungkas Richard.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi pemantik kesadaran jangka panjang dalam membangun budaya sosial yang ramah anak, bebas kekerasan, dan berorientasi pada masa depan generasi Papua yang bermartabat.

Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *