RAJA AMPAT – Lembaga pendidikan nonformal Sempoa SIP Training Center (TC) resmi beroperasi di Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Sabtu (31/10/2026). Kehadirannya menawarkan tiga program pembelajaran bagi anak usia 3–12 tahun, yakni Sempoa, Baca Tulis SIP, dan SIP English.
Direktur Sempoa SIP TC Waisai, Constanza Swarga Manara, mengatakan kehadiran lembaga tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada anak-anak Raja Ampat untuk mengembangkan kemampuan akademik sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang terstruktur.
Ia menjelaskan, standar pembelajaran yang diterapkan mencakup metode pengajaran, penggunaan buku atau materi pembelajaran, hingga kualitas tenaga pendidik. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian dari sistem pembelajaran yang diterapkan Sempoa SIP.
“Kami menghadirkan Sempoa SIP untuk kepentingan pengembangan kemampuan anak-anak di Raja Ampat. Kami ingin mereka mendapatkan kesempatan belajar dengan metode, buku pembelajaran, dan tenaga pendidik yang memiliki standar internasional,” ujarnya.
Menurut Constanza, minat masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Hingga saat ini, sekitar 100 anak telah mengikuti pembelajaran di Sempoa SIP TC Waisai.
“Ini merupakan bagian dari investasi pendidikan bagi masa depan anak-anak kita. Kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak Raja Ampat memiliki potensi dan kemampuan yang tidak kalah dengan anak-anak di daerah lain di Indonesia,” katanya.
Selain pembelajaran rutin, Sempoa SIP TC Waisai juga mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti kompetisi secara berjenjang, mulai dari tingkat regional, nasional hingga internasional.
Persiapan dilakukan melalui latihan dan simulasi kompetisi agar anak-anak terbiasa mengembangkan kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, serta menghadapi persaingan dengan peserta dari daerah lain.
Constanza menyebutkan, dalam simulasi yang telah dilakukan, anak-anak Raja Ampat menunjukkan kemampuan yang cukup baik. Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa mereka memiliki potensi untuk berkembang apabila mendapatkan metode pembelajaran dan pendampingan yang tepat.
“Kami melihat anak-anak Raja Ampat memiliki potensi besar. Ketika diberikan metode pembelajaran yang tepat, pendampingan, dan kesempatan untuk berkembang, mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ungkapnya.
Ia berharap kehadiran Sempoa SIP TC Waisai dapat menjadi salah satu alternatif pendidikan nonformal yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Raja Ampat.
Menurutnya, pengembangan kemampuan anak sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi yang cerdas, percaya diri, dan mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.












