Menggali Akar Persoalan Papua Lewat Analisa Pohon Masalah

banner 120x600

Sorong, RajaAmpatNews — Sebuah diskusi terbuka bertajuk Analisa Pohon Masalah digelar pada Sabtu, 31 Mei 2025, bertempat di Asrama/Kontrakan Paniai, Jalan Malibela Km 11,5 Lorong II Meuwo, Kota Sorong. Kegiatan ini dipandu oleh Salmon Yumai, aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Sorong Raya, dengan notulen oleh Menase Degei, mahasiswa Universitas Victory Sorong (UNVIC), Program Studi Ekonomi Manajemen Keuangan.

Diskusi ini mengangkat tema mendalam seputar perjuangan rakyat Papua, hak atas kemerdekaan, serta beragam persoalan struktural yang melatarbelakangi konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.

Menase Degei dalam pembukaannya menegaskan bahwa memahami akar masalah sangat penting sebelum melangkah lebih jauh dalam perjuangan. “Kita perlu sadar atas apa yang sebenarnya terjadi di tanah Papua. Kita harus menggali sejarah, menelusuri tragedi, dan menemukan aktor-aktor utama di balik setiap peristiwa penting,” jelasnya.

Sementara itu, Salmon Yumai sebagai pemateri utama menekankan bahwa sebelum merumuskan solusi, setiap orang Papua harus berpikir jernih dan objektif dalam melihat permasalahan. Ia mengajak peserta untuk memahami bagaimana suatu konflik bermula, siapa yang terlibat, dan dalam konteks apa tragedi tersebut terjadi.

“Papua Merdeka bukan sekadar slogan, melainkan pintu masuk untuk memahami persoalan yang lebih luas—bahwa kita harus belajar berpikir independen terhadap semua ketidakadilan yang menimpa rakyat di atas tanah ini,” ungkap Yumai.

Dalam sesi diskusi, Selpina Kobepa menyampaikan pandangannya tentang metode analisis pohon masalah. Ia menggambarkan akar sebagai penyebab utama, batang sebagai struktur konflik, daun sebagai gejala yang tampak, dan daun kering yang gugur sebagai dampak atau korban. “Dari situlah kita bisa melihat betapa dalamnya ketidakadilan, khususnya di Paniai dan wilayah lainnya di Papua,” terangnya.

Diskusi ditutup dengan penegasan dari Salmon Yumai bahwa langkah awal sebelum bertindak adalah memahami persoalan secara mendalam. “Masalah apa pun yang telah dan sedang terjadi, sebelum kita bergerak, kita harus analisis dulu. Dari situ kita bisa menemukan titik terang untuk penyelesaiannya,” tutup Yumai.

Writer: Jeri P. DegeiEditor: Petrus Rabu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *