Koperasi Merah Putih 100 Persen Terbentuk, Raja Ampat Bersiap Hidupkan Tiga Gerai Perdana

RAJA AMPAT — Langkah penguatan ekonomi masyarakat melalui program Koperasi Merah Putih mulai memasuki tahap berikutnya di Kabupaten Raja Ampat. Setelah proses pembentukan koperasi dituntaskan di seluruh wilayah, pemerintah daerah kini mulai menyiapkan gerai sebagai pusat kegiatan usaha koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Raja Ampat, Fransiska Wanam, mengatakan pembentukan Koperasi Merah Putih di Raja Ampat telah mencapai 100 persen, mencakup 117 kampung dan 4 kelurahan atau total 121 wilayah.

Hal tersebut disampaikan Fransiska kepada awak media Saat diwawancarai usai mengikuti pembukaan Fasilitasi Sertifikasi dan Standarisasi Usaha Mikro Tahun 2026 di Aula Hotel Puyakha Mengge, Waisai, Senin (21/9/2026).

Menurut Fransiska, capaian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan tahapan berikutnya, khususnya terkait kesiapan gerai dan pengembangan unit usaha koperasi di masing-masing wilayah.

Dari 121 kampung dan kelurahan yang telah membentuk Koperasi Merah Putih, saat ini baru tiga gerai yang bangunannya telah siap. Ketiganya berada di Kelurahan Warmasen, Bokawir, dan Saperdanko.

Sementara untuk Kelurahan Kota Waisai, gerai Koperasi Merah Putih belum tersedia.

Fransiska menjelaskan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan dokumen verifikasi dan validasi yang diperlukan dalam proses tersebut. Dokumen itu telah berada di bagian hukum dan tinggal menunggu penandatanganan oleh kepala daerah.

Di tengah proses administrasi tersebut, pendataan koperasi tetap berjalan melalui Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (SIMKOPDES). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses penginputan data secara nasional setelah pemerintah daerah mengikuti rapat melalui Zoom bersama Kementerian Koperasi yang dipimpin Menteri Koperasi.

Mengenai kapan tiga gerai yang telah siap tersebut mulai beroperasi, Fransiska mengatakan pemerintah daerah masih menunggu arahan dan tahapan dari Kementerian Koperasi.

Baca Juga  Ratusan Talenta Muda Siap Unjuk Gigi di Turnamen Sepak Bola U-15 Papua Barat Daya Trophy 2026 

Ia menjelaskan, seluruh data yang telah disiapkan daerah harus terlebih dahulu dimasukkan ke dalam sistem secara nasional. Setelah proses tersebut, pemerintah pusat akan menghubungkan data dan menentukan tahapan menuju peluncuran operasional gerai.

“Untuk bisa operasi, kami masih menunggu dari Kementerian Koperasi. Setelah data-data ini dimasukkan secara nasional, nanti akan dihubungkan oleh Kementerian Koperasi untuk launching operasinya,” jelasnya.

Fransiska menegaskan, gerai Koperasi Merah Putih tidak harus menjalankan jenis usaha yang sama di setiap wilayah. Unit usaha akan disesuaikan dengan potensi ekonomi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Sejumlah usaha yang dapat dikembangkan antara lain penyediaan pupuk, sembako, LPG, hingga usaha yang berkaitan dengan potensi unggulan wilayah.

Untuk wilayah yang memiliki potensi perikanan, misalnya, koperasi dapat mengembangkan unit usaha yang mendukung aktivitas nelayan, termasuk penyediaan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan agar dapat mempertahankan kualitas produk.

Kelurahan Warmasen menjadi salah satu contoh wilayah yang dapat mengembangkan usaha berbasis perikanan karena memiliki Kampung Nelayan Merah Putih dan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan.

Dengan konsep tersebut, keberadaan gerai diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari rantai ekonomi lokal yang menghubungkan produksi, pengelolaan, hingga pemasaran hasil usaha masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap kehadiran Koperasi Merah Putih dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan mengoptimalkan potensi yang tersedia di masing-masing wilayah.

Fransiska mengatakan sektor perikanan menjadi salah satu potensi besar yang dapat dikembangkan melalui koperasi, mengingat banyak masyarakat Raja Ampat menggantungkan aktivitas ekonominya pada hasil laut.

“Kita harapkan dengan adanya pembangunan gerai ini ekonomi masyarakat cepat bertumbuh. Kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan ke depannya meningkatkan ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga  KPU Raja Ampat Musnakan Surat Suara Kelebihan dan Rusak

Menurutnya, penguatan koperasi juga diharapkan dapat mendorong masyarakat Raja Ampat tidak hanya bergantung pada produk yang didatangkan dari luar daerah. Sebaliknya, masyarakat didorong untuk menghasilkan dan mengembangkan produk sendiri berdasarkan potensi lokal.

Dengan semakin berkembangnya unit usaha koperasi dan tersedianya gerai di berbagai titik, produk lokal Raja Ampat diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga memiliki peluang untuk dipasarkan ke luar daerah.

“Harapan kita, kebutuhan masyarakat Raja Ampat tidak tergantung dari produk luar saja, tapi kita sendiri ada hasil. Mungkin ke depannya bisa dikirim keluar juga,” pungkas Fransiska.