Langkah Baru Digitalisasi Gereja, Bank Papua dan Klasis GKI Raja Ampat Teken Kerja Sama Virtual Account

WAISAI – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua Kantor Cabang Waisai bersama Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Klasis Raja Ampat resmi menandatangani perjanjian kerja sama pemanfaatan Virtual Account (VA) sebagai sistem pembayaran digital untuk mendukung pengelolaan keuangan gereja. Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Kantor Klasis GKI Raja Ampat di Waisai, Kamis (30/7/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola administrasi keuangan gereja yang lebih modern, transparan, dan efisien. Melalui layanan Virtual Account Bank Papua, seluruh jemaat di wilayah Klasis GKI Raja Ampat kini dapat melakukan penyetoran kewajiban gerejawi secara lebih mudah tanpa harus datang langsung ke kantor gereja.

Ketua Badan Pekerja Klasis GKI Raja Ampat, Pdt. Raffles Y. Mambrasar, S.Th., mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari program Sinode GKI di Tanah Papua yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan administrasi dan keuangan gereja melalui pemanfaatan teknologi perbankan.

Ket: Ketua Badan Pekerja Klasis GKI Raja Ampat, Pdt. Raffles Y. Mambrasar, S.Th.

“Ini merupakan program kerja sama dari Sinode GKI di Tanah Papua untuk memudahkan seluruh proses penyetoran keuangan, terutama Setoran Wajib Jemaat (SWJ) ke gereja melalui beberapa bank yang ada, salah satunya Bank Papua,” ujar Raffles.

Menurut dia, Sinode GKI di Tanah Papua memandang Bank Papua sebagai mitra strategis karena merupakan bank pembangunan daerah yang tumbuh dan berkembang di Tanah Papua serta memiliki jaringan pelayanan yang dapat menjangkau kebutuhan masyarakat dan jemaat. Raffles berharap kerja sama yang telah diresmikan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh jemaat di wilayah Klasis GKI Raja Ampat.

“Kami berharap dengan penandatanganan kerja sama hari ini, seluruh jemaat dari 35 jemaat yang ada di Klasis GKI Raja Ampat dapat memanfaatkan fasilitas Bank Papua untuk memudahkan seluruh proses penyetoran keuangan gereja, baik ke tingkat klasis maupun ke Sinode,” katanya.

Baca Juga  Presiden Ajak Masyarakat Wujudkan Pemilu 2024 yang Sejuk dan Riang Gembira

Ia menjelaskan, sistem Virtual Account akan memberikan kemudahan dalam proses pembayaran karena setiap transaksi dapat tercatat secara otomatis dan lebih akurat. Selain mempermudah jemaat, sistem ini juga membantu pengurus gereja dalam melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan secara tertib.

Dengan diterapkannya sistem tersebut, pengelolaan dana gereja diharapkan menjadi lebih efektif, transparan, serta mampu mendukung pelayanan gereja di berbagai tingkatan. Raffles menegaskan bahwa sejak penandatanganan kerja sama dilakukan, layanan Virtual Account Bank Papua telah resmi diberlakukan.

“Hari ini sudah resmi. Artinya, Setoran Wajib Jemaat sudah bisa dilakukan melalui Bank Papua. Jemaat-jemaat kita sudah dapat mulai memanfaatkan layanan ini untuk melakukan penyetoran,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Bank Papua dan Klasis GKI Raja Ampat berharap transformasi digital di lingkungan gereja dapat berjalan semakin baik, sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang aman, praktis, dan mudah diakses oleh seluruh jemaat di Kabupaten Raja Ampat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *