LMA PBD Siap Kawal Program Nasional “Makan Bergizi Gratis” di Raja Ampat

banner 120x600

Waisai, RajaAmpatNews – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat Daya (PBD) Kabupaten Raja Ampat menegaskan komitmennya untuk mengawal suksesnya program strategis nasional “Makan Bergizi Gratis”. 

Ketua LMA PBD Raja Ampat, Adolof Drimlol, menyatakan dukungan penuh terhadap program yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai langkah penting membangun generasi sehat dan kuat di Raja Ampat.

Dalam pertemuan yang digelar di Aula Hotel Maranu Waisai, Kamis (18/9/2025), Adolof menekankan bahwa LMA bersama masyarakat adat siap mendukung implementasi program tersebut. Ia menilai, keberadaan program “Makan Bergizi Gratis” merupakan langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda.

“Program ini sangat baik dan bermanfaat. Jika dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran, maka akan menjadi salah satu sumber untuk menyehatkan anak-anak kita, sekaligus membangun generasi yang lebih kuat di Raja Ampat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adolof mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik tokoh adat, tokoh perempuan, maupun tokoh masyarakat, untuk ikut serta memberikan dukungan. 

Menurutnya, sinergi semua pihak sangat penting agar implementasi program berjalan efektif dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat Daya Kabupaten Raja Ampat, Adolof Drimlol/Foto: Dony K

Selain fokus pada kesehatan dan gizi, Adolof juga menyinggung pentingnya pengembangan koperasi Merah Putih sebagai salah satu program prioritas yang strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Raja Ampat. Ia meyakini, dengan dukungan kolektif, daerah ini akan semakin berkembang dan mampu bersaing di masa depan.

“Dengan adanya program ini, kita berharap Raja Ampat semakin baik, semakin maju, dan semakin jaya ke depan,” tegasnya.

Program “Makan Bergizi Gratis” sendiri merupakan bagian dari agenda strategis nasional yang ditujukan untuk meningkatkan ketahanan pangan, gizi, dan kesehatan masyarakat, terutama di daerah kepulauan serta wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal). 

Kehadiran program ini di Kabupaten Raja Ampat menjadi harapan baru bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat, khususnya anak-anak dan generasi penerus.

Writer: Dony K || Editor: Petrus R