WAISAI, Raja Ampat News — Dua festival besar bertaraf nasional, Festival Pesona Raja Ampat dan Festival Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) Tahun 2025, berlangsung sukses, aman, dan penuh semangat kebersamaan di kawasan Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan yang digelar selama empat hari, 18–21 Oktober 2025, diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan menjadi magnet bagi ribuan pengunjung setiap harinya. Sejak pembukaan hingga penutupan, suasana di Pantai WTC dipenuhi antusiasme masyarakat yang menikmati beragam atraksi budaya, lomba kesenian, pameran UMKM, hingga konser musik dari artis lokal dan nasional.
Festival kali ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, serta unsur Muspida dari tingkat provinsi dan daerah, yang turut memberikan apresiasi atas kekompakan masyarakat Raja Ampat dalam menyukseskan acara.
Dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan, Polres Raja Ampat menerapkan sistem pengamanan ketat selama festival berlangsung. Kapolres Raja Ampat, AKBP James Oktovianus Tegai, S.I.K., melalui Kasi Humas Ipda Maryadi, S.H., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan terkendali.

“Selama empat hari kegiatan berlangsung, situasi keamanan berjalan sangat baik. Kami melakukan pengamanan berlapis untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa gangguan,” ujar Ipda Maryadi.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Raja Ampat, Muhandi, menambahkan bahwa pola pengamanan mencakup seluruh titik vital, mulai dari jalur masuk, area parkir, lokasi panggung, hingga pengamanan tertutup oleh satuan intelijen.
“Seluruh potensi kerawanan sudah kami petakan dan antisipasi. Dengan sistem pengamanan berlapis dan koordinasi yang solid antarinstansi, kegiatan dapat terpantau dan terjaga dengan aman,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya Ketua Pemuda Warnap, Rudy Rumbewas, yang menilai festival tahun ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga momentum memperkuat semangat gotong royong dan kebanggaan masyarakat terhadap potensi daerah.
“Festival Pesona Raja Ampat dan Gemarikan 2025 berjalan sangat baik sejak hari pertama. Partisipasi masyarakat tinggi dan semangat kebersamaan begitu terasa. Ini bukti bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya melestarikan budaya dan potensi daerah,” ujarnya.
Rudy menambahkan, festival ini menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri dan berkontribusi dalam mempromosikan pariwisata serta hasil laut Raja Ampat. Ia berharap kegiatan ini terus dilanjutkan setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak komunitas pemuda, pelaku seni, dan masyarakat adat.

“Kami berharap pemerintah terus mendukung kegiatan seperti ini karena manfaatnya besar bagi pengembangan ekonomi, pariwisata, dan pembinaan generasi muda,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya Festival Pesona Raja Ampat dan Festival Gemarikan 2025, Kabupaten Raja Ampat kembali menegaskan dirinya sebagai ikon wisata bahari dunia yang aman, tertib, dan penuh pesona budaya. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci sukses penyelenggaraan event besar ini — bukti nyata bahwa Raja Ampat bukan hanya indah secara alam, tetapi juga kuat dalam kebersamaan.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu













