RAJA AMPAT – Upaya memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran terus dilakukan di Papua Barat Daya. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi yang digelar Dinas Kebakaran, Penyelamatan dan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Papua Barat Daya di Aula Bappeda Kabupaten Raja Ampat, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan bertajuk Penyelenggaraan Kerja Sama dan Koordinasi Antar Daerah Perbatasan, Antar Lembaga dan Kemitraan dalam Pencegahan, Penanggulangan, Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran itu menghadirkan peserta dari berbagai instansi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
Tidak hanya memberikan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi pemadaman kebakaran di lapangan. Narasumber berasal dari sejumlah lembaga, termasuk petugas pemadam kebakaran Bandara Domine Eduard Osok Sorong yang membagikan pengalaman teknis penanganan keadaan darurat.
Wakil Bupati Raja Ampat, Mansur Syahdan, mengatakan kebakaran masih menjadi salah satu bencana yang berpotensi menimbulkan kerugian besar, baik korban jiwa maupun kerusakan aset dan dampak sosial ekonomi. Karena itu, menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas dibandingkan penanganan setelah kejadian.

“Kesadaran, kedisiplinan dan kewaspadaan masyarakat merupakan faktor utama dalam menekan risiko kebakaran. Pencegahan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas pemadam, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Mansur menilai koordinasi lintas instansi dan lintas wilayah menjadi kebutuhan penting, terutama dalam menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat dan terpadu. Ia berharap kegiatan tersebut menghasilkan langkah konkret yang dapat diterapkan oleh seluruh pihak terkait.
Selain meningkatkan kapasitas peserta, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperluas edukasi kepada masyarakat. Menurut Mansur, budaya pencegahan kebakaran akan tumbuh apabila pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Kebakaran, Penyelamatan dan Satpol PP Provinsi Papua Barat Daya, David Jhon Way, yang mewakili Kepala Dinas Vicente Campana Baay, menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antar daerah serta antar instansi dalam menghadapi berbagai risiko kebakaran dan penyelamatan non kebakaran.
Ia menyebut tantangan penanganan kebakaran saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis petugas, tetapi juga kesiapan koordinasi, ketersediaan sumber daya, serta pemahaman masyarakat terhadap langkah-langkah pencegahan.
Karena itu, peningkatan kapasitas dan sinergi antar lembaga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan kebakaran yang efektif dan responsif.












