Ekspor Perdana Ikan Kerapu Hidup dari Raja Ampat Resmi Diluncurkan, Dorong Kesejahteraan Nelayan dan PAD

RAJA AMPAT — Pemerintah Kabupaten Raja Ampat resmi meluncurkan ekspor perdana ikan kerapu hidup melalui PT Jaya Samudra Siantan. Langkah tersebut menjadi tonggak baru dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan Raja Ampat, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan nelayan dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Launching ekspor perdana ikan kerapu hidup berlangsung di Pelabuhan Marinda, Waisai, Kamis (3/9/2026), dan dipimpin oleh Wakil Bupati Raja Ampat, Mansyur Syahdan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Raja Ampat AKP Muhadi, Pasipers Kodim 1805/Raja Ampat Kapten Inf Kusno Hutomo, Kepala Dinas Perikanan Raja Ampat Muhammad Said Soltief, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Raja Ampat Victor M. Dimara, perwakilan KSOP, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, jajaran PT Jaya Samudra Siantan, serta tamu undangan lainnya.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Raja Ampat, Petrus Rabu, dalam keterangannya menyampaikan bahwa ekspor perdana tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong pengembangan potensi perikanan Raja Ampat agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Perikanan Raja Ampat, Muhammad Said Soltief, mengatakan perdagangan ikan kerapu merupakan salah satu sektor ekonomi penting di kawasan Asia-Pasifik.

Oleh karena itu, potensi sumber daya ikan kerapu yang dimiliki Raja Ampat perlu dikelola secara optimal dan berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata, baik bagi masyarakat nelayan maupun pemerintah daerah.

Menurutnya, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan PT Jaya Samudra Siantan menjadi langkah strategis dalam membangun sistem perdagangan ikan kerapu yang lebih efisien dan menguntungkan nelayan.

Salah satu manfaat utama dari kerja sama tersebut adalah penerapan pola pembelian langsung oleh perusahaan kepada nelayan. PT Jaya Samudra Siantan akan mendatangi keramba-keramba nelayan di kampung-kampung untuk membeli sekaligus mengangkut ikan kerapu hidup.

Baca Juga  Pelatihan Suvenir Dorong Wirausaha Muda Kreatif dan Angkat Citra Lokal Raja Ampat

Dengan sistem tersebut, nelayan tidak lagi harus mengeluarkan biaya transportasi untuk membawa hasil perikanan mereka ke pusat perdagangan.

Kondisi itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan bersih nelayan sekaligus menciptakan rantai perdagangan yang lebih efisien.

“Dengan sistem perdagangan seperti ini, masyarakat nelayan ikan kerapu hidup dapat memperoleh pendapatan yang lebih baik karena tidak lagi dibebani biaya transportasi. Perusahaan datang langsung ke keramba-keramba nelayan di kampung-kampung,” demikian disampaikan dalam laporan Dinas Perikanan Raja Ampat.

Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat nelayan, aktivitas perdagangan dan ekspor ikan kerapu hidup juga diharapkan dapat memperkuat sumber-sumber PAD dari sektor perikanan.

Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menegaskan bahwa pengembangan perdagangan ikan kerapu harus tetap berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan.

Pemanfaatan sumber daya laut tidak boleh semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi dan keuntungan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keberlangsungan populasi ikan serta kelestarian ekosistem laut Raja Ampat.

Dalam sambutan Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, yang dibacakan Wakil Bupati Mansyur Syahdan, disampaikan bahwa ekspor perdana ikan kerapu hidup merupakan momentum penting bagi pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Raja Ampat.

Menurut Bupati, Raja Ampat memiliki kekayaan sumber daya kelautan yang sangat besar dan berpotensi menjadi bagian penting dalam rantai perdagangan ikan kerapu di kawasan Asia-Pasifik.

Namun, potensi tersebut harus dikelola secara bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.

“Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Perikanan dengan PT Jaya Samudra Siantan merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor perikanan,” demikian pesan Bupati.

Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa peningkatan PAD harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menjadi pelaku utama sektor perikanan.

Baca Juga  Kadis P & K Raja Ampat Serahkan SK P3K dan Penunjukan PLT Kepala Sekolah

Menurutnya, pola pembelian ikan secara langsung dari keramba nelayan di kampung-kampung memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena nelayan tidak lagi dibebani biaya transportasi.

“Dengan sistem langsung ke keramba-keramba nelayan di kampung-kampung, para nelayan tidak lagi terbebani biaya transportasi, sehingga pendapatan yang mereka terima menjadi lebih baik dan lebih adil,” kata Bupati.

Bupati berharap ekspor perdana ikan kerapu hidup tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Raja Ampat.

Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya ikan kerapu agar potensi ekonomi laut Raja Ampat tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi awal dari kemitraan yang berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kelestarian sumber daya ikan kerapu, agar generasi mendatang tetap dapat menikmati hasil laut Raja Ampat,” ujarnya.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada PT Jaya Samudra Siantan atas komitmennya membangun kemitraan bersama masyarakat nelayan dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat.

Sementara kepada Dinas Perikanan serta seluruh instansi terkait, Bupati meminta agar proses perdagangan dan ekspor ikan kerapu terus dikawal dengan baik, transparan, serta sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Langkah ini sejalan dengan visi besar bangsa kita menuju kemandirian pangan dan pertumbuhan ekonomi berbasis kampung, sebagaimana cita-cita Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Launching ekspor perdana tersebut kemudian ditandai dengan penyerahan ikan kerapu secara simbolis dari Pemerintah Kabupaten Raja Ampat kepada PT Jaya Samudra Siantan.

Prosesi tersebut disaksikan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para tamu undangan.

Ekspor perdana ikan kerapu hidup ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat posisi sektor perikanan sebagai salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat pesisir Raja Ampat.

Baca Juga  Peringati HUT Pomal Ke-78, Prajurit Yonmarhanlan X Jayapura Laksanakan Donor Darah

Selain membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk perikanan lokal, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan nelayan serta memberikan kontribusi positif terhadap PAD Kabupaten Raja Ampat.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengelolaan potensi perikanan yang produktif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya warga di kampung-kampung pesisir Raja Ampat.