Bupati Raja Ampat Dorong Bahasa Inggris Diajarkan Sejak SD, Siapkan Generasi Muda Hadapi Pariwisata Global

RAJA AMPAT — Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mendorong penguatan kemampuan berbahasa Inggris bagi generasi muda sejak jenjang sekolah dasar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia lokal agar mampu mengambil bagian dalam perkembangan pariwisata Raja Ampat yang semakin dikenal di tingkat internasional.

Dorongan itu disampaikan Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, saat menghadiri syukuran HUT ke-23 Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Keuskupan Manokwari-Sorong (KMS) di SD Santa Maria Regina Waisai, Sabtu (22/8/2026).

Siaran Pers Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Raja Ampat, Petrus Rabu,S.Fil yang diterima RajaAmpatNews.com, Bupati Raja Ampat menegaskan, kemampuan berbahasa Inggris tidak lagi sekadar menjadi keterampilan tambahan, tetapi perlu dipersiapkan sebagai salah satu bekal penting bagi generasi muda Raja Ampat.

Menurutnya, posisi Raja Ampat sebagai destinasi wisata dunia menuntut masyarakat lokal, khususnya generasi muda, memiliki kemampuan berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara.

“Mulai kelas tiga sampai kelas enam, anak-anak kita harus sudah bisa mendapatkan pembelajaran bahasa Inggris,” ujar Orideko.

Ia mengatakan, pemerintah daerah tengah menjajaki kerja sama untuk menghadirkan metode pembelajaran bahasa Inggris yang sederhana, praktis dan mudah diterapkan bagi siswa sekolah dasar.

Pembelajaran tersebut tidak diarahkan semata-mata pada penguasaan teori, tetapi lebih menekankan keberanian dan kemampuan siswa menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari.

Bupati mencontohkan, pembelajaran dapat dilakukan secara bertahap dengan target penguasaan sejumlah kalimat sederhana yang dapat langsung digunakan ketika berinteraksi dengan orang asing.

Dengan demikian, anak-anak tidak hanya mengenal bahasa Inggris melalui buku pelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan praktis untuk berkomunikasi.

Bupati Orideko menegaskan, perkembangan pariwisata Raja Ampat harus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat. Masyarakat lokal, kata dia, jangan sampai hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan industri pariwisata.

Baca Juga  Data OAP Jadi Kunci Pembangunan Tepat Sasaran, SKALA Dorong Raja Ampat Perkuat Pendataan

“Kalau wisatawan datang, masyarakat kita harus siap. Jangan sampai tamu datang ke Raja Ampat, tetapi anak-anak kita tidak bisa berkomunikasi dengan mereka,” katanya.

Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat dalam berbagai sektor pariwisata, seperti menjadi pemandu wisata, mengelola homestay, bekerja di sektor transportasi laut, usaha kuliner maupun ekonomi kreatif.

Karena itu, penguatan pendidikan bahasa Inggris dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Bupati juga menekankan pentingnya pendidikan yang mampu menyesuaikan diri dengan karakter dan potensi daerah.

Raja Ampat memiliki kekayaan alam, budaya dan bahari yang menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai negara. Potensi tersebut, menurutnya, harus diikuti dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal.

“Pendidikan jangan hanya membuat anak-anak kita lulus sekolah. Kita harus membekali mereka dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan daerah,” ujarnya.

Ia berharap sekolah-sekolah, termasuk sekolah yang berada di bawah naungan YPPK, dapat mengambil bagian dalam memperkuat kemampuan bahasa Inggris peserta didik.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, guru dan orang tua agar pembelajaran dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Orideko menilai pengenalan bahasa Inggris sejak sekolah dasar akan memberikan waktu yang cukup bagi anak-anak untuk membangun kemampuan secara bertahap.

Jika pembelajaran dimulai sejak kelas tiga dan dilanjutkan hingga kelas enam, siswa diharapkan telah memiliki dasar komunikasi sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Dengan bekal tersebut, generasi muda Raja Ampat diharapkan tidak hanya mampu bersaing dalam dunia pendidikan dan pekerjaan, tetapi juga siap menjadi bagian penting dari perkembangan pariwisata daerah.

Baca Juga  Raja Ampat Serahkan Hadiah Bagi Pemenang Undian di Apel Perdana 2024

“Kalau sejak SD sudah mulai, nanti ketika mereka besar dan masuk ke dunia kerja, mereka sudah memiliki dasar kemampuan untuk berkomunikasi,” kata Bupati.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola dan menikmati manfaat dari potensi pariwisata daerah secara lebih optimal.

Bagi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, kemajuan pariwisata tidak cukup hanya ditopang oleh keindahan alam. Kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar masyarakat lokal dapat menjadi pelaku utama dan memperoleh manfaat langsung dari semakin terbukanya Raja Ampat di mata dunia.