RAJA AMPAT – Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Raja Ampat berlangsung meriah dan penuh warna. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) menggelar karnaval “1000 Profesi” yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan, Senin (20/4/2026).
Karnaval ini menjadi simbol semangat emansipasi perempuan masa kini, di mana peserta tampil mengenakan beragam kostum profesi mulai dari tenaga medis, guru, aparat keamanan, nelayan, hingga pelaku usaha yang mencerminkan luasnya peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.
Rute karnaval dimulai dari kawasan Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) dan berakhir di Taman Hutan Raya (Tahura). Sepanjang perjalanan, peserta yang terdiri dari organisasi perangkat daerah (OPD), paguyuban, organisasi wanita, serta perwakilan sekolah-sekolah se-Kota Waisai tampak antusias menampilkan kreativitas masing-masing, disambut meriah oleh masyarakat.
Ketua GOW Raja Ampat, Habiba T. Syahdan, mengatakan karnaval 1000 profesi merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyongsong Hari Kartini ke-147. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga sebagai upaya memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.
“Karnaval ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan. Perempuan hari ini harus berani tampil dan berkontribusi di berbagai bidang,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain karnaval, panitia juga menggelar fashion show sebagai ruang ekspresi kreativitas perempuan. Sementara itu, puncak peringatan Hari Kartini akan dilaksanakan di Gedung Pari pada 21 April 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana kebersamaan semakin terasa setelah karnaval usai. Para peserta dan masyarakat yang hadir melanjutkan kegiatan dengan senam bersama, menciptakan momen kebugaran sekaligus mempererat solidaritas antar perempuan dengan latar belakang yang berbeda-beda.
Peringatan Hari Kartini tahun ini di Raja Ampat tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga penegasan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah, sejalan dengan semangat perjuangan R.A. Kartini.
Penulis: Aditya Nugroho












