Putra Adat yang Diutus ke Legislatif, Wolter Gaman Disambut Hangat Masyarakat adat Sub Suku Ambel Waigeo di Kabare

RAJA AMPAT — Suasana penuh kehangatan dan nuansa budaya mewarnai kedatangan Wolter Gaman, Anggota DPRK Raja Ampat Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) Papua Daerah Pengangkatan Raja Ampat I, di Kampung Kabare, Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat. Rabu,(10/6/2026).

Kehadiran wakil rakyat yang berasal dari kalangan masyarakat adat tersebut disambut secara istimewa melalui tarian adat khas Suku Ambel yang dibawakan oleh warga masyarakat adat Sub Suku Ambel Waigeo.

Penyambutan adat tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai bentuk penghormatan kepada Wolter Gaman yang dianggap sebagai representasi masyarakat adat Ambel di lembaga legislatif Kabupaten Raja Ampat. Tarian adat yang ditampilkan bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan simbol penghargaan, persaudaraan, serta ungkapan rasa bangga masyarakat terhadap putra daerah yang dipercaya memperjuangkan aspirasi masyarakat adat di tingkat Kabupaten.

Tokoh-tokoh adat, para tetua kampung, pemuda, perempuan, serta masyarakat setempat turut hadir dalam penyambutan tersebut. Mereka menyambut Wolter Gaman dengan penuh sukacita sebagai bagian dari keluarga besar Sub Suku Ambel Waigeo yang telah mendapatkan kepercayaan untuk menduduki kursi DPRK Raja Ampat melalui jalur Otonomi Khusus Papua.

Bagi masyarakat adat Sub Suku Ambel Waigeo, kehadiran Wolter Gaman di Kampung Kabare memiliki arti yang sangat penting. Selain sebagai anggota legislatif, ia juga dipandang sebagai anak adat yang diutus dan dipercaya membawa suara masyarakat adat Ambel dalam proses pembangunan daerah.

Penyambutan adat tersebut menjadi wujud nyata dukungan masyarakat kepada wakil mereka di parlemen daerah. Masyarakat berharap keberadaan Wolter Gaman di kursi legislatif dapat terus memperjuangkan kepentingan masyarakat adat, serta menjaga nilai-nilai budaya lokal, mendorong pembangunan yang berpihak kepada kampung-kampung adat di Raja Ampat.

Baca Juga  Diskominfo Raja Ampat Monitoring Opini & Aspirasi Publik di Dua Distrik

Kedatangan Wolter Gaman juga dinilai sebagai momentum mempererat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat yang diwakilinya. Melalui pertemuan langsung dengan warga, berbagai aspirasi, harapan, serta kebutuhan masyarakat dapat disampaikan secara terbuka dan menjadi bahan perjuangan dalam agenda pembangunan Kabupaten Raja Ampat.

Ketua Adat Suku Ambel Waigeo Yance Lapon menyampaikan bahwa penyambutan adat yang diberikan merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada seorang anak adat yang telah mendapat amanah untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat di lembaga legislatif.

Mereka berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan masyarakat Ambel dan seluruh masyarakat Raja Ampat.

Selain menjadi simbol penghormatan, tarian adat yang ditampilkan juga menjadi bukti bahwa budaya dan tradisi masyarakat Ambel masih terus dijaga dan dilestarikan hingga saat ini. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan kepada para pemimpin dan tokoh masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat adat di Waigeo.

Dengan penyambutan yang penuh makna tersebut, masyarakat Sub Suku Ambel Waigeo menegaskan komitmen mereka untuk terus mendukung putra-putri terbaik daerah yang dipercaya mengemban amanah rakyat.

Kehadiran Wolter Gaman di Kampung Kabare pun menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi terwujudnya pembangunan yang lebih merata, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat adat di Kabupaten Raja Ampat.

Writer: Dony Kumuai