RAJA AMPAT – Anggota DPRK Raja Ampat Jalur Pengangkatan sekaligus Ketua Kelompok Khusus Daerah Pengangkatan DAS BETKAF, Zeth Demas Sauyai, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan Reses II Tahun 2026 di Kampung Waisilip, Distrik Waigeo Barat Daratan, Kabupaten Raja Ampat, Senin (15/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah persoalan mendasar yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan dan pendidikan menjadi perhatian utama masyarakat serta para tenaga pelayanan di kampung tersebut. Mulai dari kerusakan alat kesehatan, kekurangan tenaga medis, keterbatasan rumah dinas hingga kebutuhan peningkatan sarana pendidikan disampaikan secara langsung kepada legislator asal Papua itu.
Saat mengunjungi Puskesmas Waisilip, para petugas kesehatan menyampaikan bahwa alat Ultrasonografi (USG) yang selama ini digunakan untuk pemeriksaan ibu hamil mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan lagi. Kondisi tersebut dinilai sangat menghambat pelayanan kesehatan, terutama bagi ibu hamil yang membutuhkan pemeriksaan rutin untuk memantau perkembangan janin dan kondisi kehamilan.
Menurut petugas kesehatan, keberadaan alat USG sangat penting karena masyarakat di wilayah kepulauan sering menghadapi keterbatasan akses transportasi untuk memperoleh layanan kesehatan lanjutan di pusat pelayanan yang lebih lengkap. Akibatnya, banyak ibu hamil yang tidak dapat memperoleh pemeriksaan secara optimal.

Selain kerusakan alat USG, petugas kesehatan juga menyampaikan kebutuhan penambahan tenaga bidan untuk ditempatkan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Waisilip. Saat ini jumlah tenaga kesehatan yang tersedia dinilai belum sebanding dengan kebutuhan pelayanan masyarakat yang terus meningkat.
“Kami berharap pemerintah dapat menambah tenaga bidan agar pelayanan kesehatan ibu dan anak dapat berjalan lebih maksimal. Kehadiran bidan sangat penting untuk mendukung pelayanan dasar di kampung,” ujar salah seorang petugas kesehatan saat dialog bersama Zeth Demas Sauyai.
Tidak hanya itu, para tenaga medis juga mengeluhkan belum tersedianya rumah dinas yang layak bagi petugas kesehatan yang bertugas di wilayah tersebut. Keterbatasan fasilitas tempat tinggal dinilai menjadi salah satu tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah kepulauan.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Zeth Demas Sauyai menyatakan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu prioritas pembangunan yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Ia berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dan tenaga kesehatan melalui fungsi pengawasan serta penganggaran di DPRK Raja Ampat.
“Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Aspirasi terkait kerusakan alat USG, penambahan tenaga bidan dan kebutuhan rumah dinas tenaga medis akan kami catat dan perjuangkan agar mendapat perhatian pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait,” katanya.
Selain meninjau fasilitas kesehatan, Zeth Demas Sauyai juga mengunjungi SMA Negeri 6 Raja Ampat yang berada di Kampung Waisilip. Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog langsung dengan para guru untuk mendengarkan kondisi pendidikan dan kebutuhan sekolah.
Para tenaga pendidik menyampaikan bahwa salah satu kebutuhan mendesak adalah penambahan rumah dinas guru. Menurut mereka, keterbatasan tempat tinggal menjadi kendala bagi guru yang berasal dari luar kampung maupun luar distrik untuk menjalankan tugas secara optimal.

Selain itu, pihak sekolah juga mengusulkan perbaikan bangunan laboratorium komputer yang saat ini kondisinya mulai mengalami kerusakan. Fasilitas tersebut merupakan salah satu sarana penting dalam mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi dan peningkatan kompetensi siswa di era digital.
Guru-guru juga berharap adanya perhatian pemerintah terhadap penyediaan berbagai fasilitas pendukung pendidikan lainnya guna meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Zeth Demas Sauyai mengatakan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia Papua tidak akan terlepas dari tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
“Guru merupakan ujung tombak pendidikan. Karena itu kebutuhan rumah dinas, perbaikan laboratorium komputer serta fasilitas penunjang lainnya perlu mendapat perhatian pemerintah agar proses belajar mengajar berjalan lebih baik dan menghasilkan generasi yang berkualitas,” ujarnya.
Kegiatan reses tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog terbuka. Berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, tenaga kesehatan, dan tenaga pendidik akan menjadi bahan masukan bagi DPRK Raja Ampat dalam mendorong kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, khususnya di wilayah kepulauan yang masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur dan pelayanan dasar.
Writer: Dony Kumuai












