Ratusan Pengemudi Lokal Geruduk DPRK Raja Ampat, Tolak Operasional Maxim di Waisai

Waisai, RajaAmpatNews – Ratusan pengemudi yang tergabung dalam komunitas transportasi darat di Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, mendatangi kantor DPRK Raja Ampat, Kamis (26/3/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap rencana beroperasinya layanan transportasi berbasis aplikasi Maxim di ibu kota kabupaten tersebut.

Massa aksi terdiri dari berbagai unsur pengemudi lokal, mulai dari ojek pangkalan, sopir mobil rental, hingga pengemudi pick up. Mereka datang secara berkelompok dengan membawa aspirasi yang sama, yakni meminta kejelasan sekaligus menolak kehadiran Maxim yang dinilai berpotensi mengancam mata pencaharian mereka.

Dalam aksi tersebut, para pengemudi menyoroti adanya surat edaran dari pihak Maxim yang menyebutkan bahwa layanan transportasi berbasis aplikasi itu akan mulai beroperasi di Waisai pada 30 Maret 2026 mendatang. Surat tersebut memicu keresahan di kalangan pengemudi lokal yang selama ini menggantungkan hidup dari jasa transportasi konvensional.

Salah satu perwakilan massa aksi menyampaikan bahwa kehadiran Maxim dikhawatirkan akan menciptakan persaingan yang tidak seimbang. Selain itu, mereka juga mempertanyakan legalitas dan mekanisme operasional perusahaan tersebut di wilayah Raja Ampat.

“Kami minta kejelasan dari pemerintah daerah dan DPRK. Jangan sampai ada kebijakan yang merugikan masyarakat lokal, khususnya kami para pengemudi yang sudah lama beroperasi di Waisai,” ujar salah satu peserta aksi.

Massa juga mendesak DPRK Raja Ampat untuk segera mengambil sikap tegas terkait rencana operasional Maxim. Mereka berharap adanya regulasi yang berpihak kepada pelaku transportasi lokal serta memastikan adanya perlindungan terhadap penghasilan mereka.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan relatif tertib. Wakil ketua II DPRK, Bermon Sauyai bersama beberapa anggota DPRK Raja Ampat menerima massa aksi untuk melakukan dialog dan menyerap aspirasi yang disampaikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi terkait tindak lanjut atas tuntutan tersebut. Namun DPRK Raja Ampat berjanji akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan pihak terkait.

Baca Juga  Pasangan ORMAS Sampaikan Apresiasi dan Penghargaan kepada Masyarakat

Rencana kehadiran transportasi online di Waisai kini menjadi perhatian publik, terutama dalam menjaga keseimbangan antara modernisasi layanan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat lokal.

Writer: Agustinus Guntur II Editor: Petrus Rabu