Waisai, Raja Ampat News— Raja Ampat bersiap menjadi pusat perhatian dunia. Sebanyak 43 tim dari 10 negara dijadwalkan berlaga dalam ajang internasional Asian Volleyball Confederation (AVC) Beach Volleyball -Tour 2026 yang akan digelar pada 6–9 April 2026 di Pantai WTC, Kota Waisai.
Memasuki H-10 pelaksanaan, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat bersama panitia terus memacu persiapan. Dalam rapat yang dipimpin langsung Bupati Raja Ampat, Orideko I Burdam dan Wakil Bupati, Mansyur Syahdan, di Aula Wayag Kantor Bupati, Rabu (25/3/2026), ditegaskan bahwa seluruh pekerjaan harus tuntas dalam waktu satu minggu ke depan.
“Kita hanya punya waktu satu minggu untuk menyelesaikan semua persiapan. Karena itu, semua harus bergerak cepat dan terukur,” tegas Bupati.
Bupati mengungkapkan, progres pembangunan lapangan di Pantai WTC saat ini baru mencapai sekitar 70 persen. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk mempercepat pekerjaan, bahkan jika diperlukan dengan sistem lembur, agar dapat selesai 100 persen sebelum hari pelaksanaan.
“Kalau tidak kita kejar, tidak akan selesai. Bila perlu lembur, supaya sebelum pelaksanaan semuanya sudah siap,” ujarnya.
Selain kesiapan lapangan, Bupati juga menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh, mulai dari akomodasi atlet, penerimaan tamu, hingga pengamanan lokasi. Ia meminta agar akses di sekitar lokasi dapat diatur sementara guna mendukung kelancaran pekerjaan, termasuk melibatkan aparat keamanan.
“Jangan sampai persiapan kita tidak matang dan memberikan penilaian yang tidak baik bagi Raja Ampat. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menilai bahwa pelaksanaan event internasional ini memiliki arti strategis bagi masa depan Raja Ampat, khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Event ini sangat penting untuk mendorong Raja Ampat sebagai destinasi wisata dunia. Jika kita sukses, dampaknya akan besar terhadap pariwisata dan investasi ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Raja Ampat, Paul Karel Mayor menyampaikan bahwa tim PBVSI Pusat telah meninjau langsung kesiapan lapangan di Pantai WTC.
“Hasil peninjauan menyatakan bahwa kualitas pasir sudah sangat baik untuk pertandingan voli pantai. Saat ini proses penyiapan terus kami kejar,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh panitia untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama lintas sektor agar pelaksanaan event berjalan sukses.
Di sisi lain, Koordinator Sekretarian Panitia, Richardo Umkeketony melaporkan perkembangan kesiapan panitia, termasuk kebutuhan tenaga penerjemah untuk mendampingi kontingen dari 10 negara peserta.
“Kami telah menyiapkan sekitar 16 penerjemah dari unsur pariwisata dan pemandu wisata. Dari jumlah itu, akan dipilih 10 orang untuk mendampingi masing-masing negara peserta,” ujarnya.
Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai strategi untuk mendukung kenyamanan peserta sekaligus mempromosikan potensi wisata Raja Ampat, termasuk menawarkan paket wisata bagi atlet dan ofisial.
Panitia juga merancang konsep pembukaan dan gala dinner, serta menyiapkan atraksi seni dan budaya lokal untuk mengisi jeda pertandingan.
Sebelumnya, Kasie Voli Pantai PP PBVSI, Slamet Mulyanto, yang turut meninjau langsung kesiapan di Raja Ampat, menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh sejak awal, terutama dalam menghadapi standar event internasional.
Ia menyampaikan bahwa pengalaman penyelenggaraan di berbagai daerah menunjukkan bahwa kesiapan detail menjadi kunci utama keberhasilan.
“Event seperti ini bukan hanya soal pertandingan, tetapi bagaimana kita memberikan pelayanan terbaik kepada peserta. Semua harus disiapkan, mulai dari lapangan, akomodasi, konsumsi, hingga transportasi,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan sejak awal akan menentukan citra daerah di mata internasional, mengingat peserta berasal dari berbagai negara.
Slamet juga kembali menegaskan pentingnya pelayanan maksimal bagi seluruh peserta, terutama atlet dan ofisial dari luar negeri, termasuk standar konsumsi dan fasilitas yang harus mengacu pada kebutuhan internasional.
“Pelayanan harus kita siapkan dengan baik, mulai dari penjemputan, penginapan, hingga kebutuhan makan atlet. Ini menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan event internasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan event ini memiliki dampak strategis bagi promosi pariwisata Raja Ampat di tingkat global.
“Event ini sangat penting untuk memperkenalkan Raja Ampat ke dunia. Jika sukses, tentu akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisata dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Panitia optimistis, dengan sinergi seluruh pihak dan dukungan pemerintah daerah, AVC Beach Volleyball Tour Raja Ampat 2026 dapat terselenggara dengan sukses sekaligus menjadi momentum penting dalam mendorong Raja Ampat sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Writer: Petrus Rabu












