Bupati Biak Numfor dan Rombongan Kunjungan kerja ke Raja Ampat, Bahas Kerja Sama Pariwisata dan Konektivitas Transportasi

WAISAI, RajaAmpatNews – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dalam rangka mempererat hubungan antardaerah serta membahas peluang kerja sama di berbagai sektor strategis, terutama pariwisata, kelautan, dan konektivitas transportasi.

Rombongan Bupati Biak Numfor yang dipimpin oleh Markus Oktovianus Mansnembra tiba di Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat, Senin (9/3/2026). Setibanya di Kantor Bupati Raja Ampat, rombongan disambut langsung oleh Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam, Wakil Bupati Raja Ampat, Sekretaris Daerah, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Prosesi penyambutan berlangsung meriah dengan pertunjukan tarian adat Suku Betew Raja Ampat, sebagai simbol penghormatan kepada tamu yang datang ke Raja Ampat. Setelah prosesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog dan audiensi di Aula Wayag Kantor Bupati Raja Ampat yang dihadiri pimpinan OPD dari kedua daerah.

Pertemuan ini juga dirangkaikan dengan agenda buka puasa bersama dan makan malam bersama dalam suasana kebersamaan di bulan suci Ramadan.

Dalam sambutannya, Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bupati Biak Numfor beserta rombongan. Ia menegaskan bahwa hubungan antara Raja Ampat dan Biak Numfor bukan hanya sebatas hubungan antarpemerintah daerah, tetapi juga memiliki ikatan sejarah dan budaya yang kuat.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat yang mendiami wilayah kepulauan Raja Ampat memiliki garis keturunan dari nenek moyang yang sama, yakni dari Suku Biak.

“Pertemuan ini sesungguhnya bukan sekadar pertemuan antara dua pemerintah daerah, tetapi pertemuan dua saudara yang dipersatukan oleh sejarah dan asal-usul yang sama,” ujar Burdam dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa kedua daerah sama-sama dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah, khususnya di sektor kelautan dan pariwisata. Karena itu, pertemuan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk saling berbagi pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Burdam juga membuka peluang kerja sama konkret antara Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Biak Numfor di berbagai bidang, mulai dari pengembangan pariwisata bahari, pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kapasitas sumber daya aparatur pemerintah.

“Melalui forum audiensi ini, kita berharap dapat saling bertukar pengalaman dan mungkin melahirkan kesepakatan kerja sama yang konkret demi kemajuan kedua daerah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa momentum buka puasa bersama yang digelar setelah pertemuan menjadi simbol persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Papua.

“Silaturahmi yang terjalin malam ini semoga menjadi pondasi kuat bagi hubungan kelembagaan yang semakin erat antara Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor,” ujar Burdam.

Sementara itu, Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Ia mengaku terharu dengan penyambutan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Raja Ampat.

Mansnembra menjelaskan bahwa rombongan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor tiba di Sorong menggunakan penerbangan Wings Air dari Biak. Penerbangan tersebut merupakan penerbangan perdana untuk rute baru yang menghubungkan Sorong dan Biak.

“Sejak pagi kami melakukan perjalanan dari Biak menggunakan pesawat Wings Air, dan ini merupakan penerbangan perdana untuk rute Sorong–Biak pulang pergi yang dilayani setiap hari Senin dan Jumat,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa pembukaan rute penerbangan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pemerintah provinsi di Tanah Papua.

Menurut Mansnembra, hasil kajian yang dilakukan oleh Bank Indonesia beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa sekitar 76 persen wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat juga memiliki keinginan untuk mengunjungi Biak. Namun keterbatasan konektivitas transportasi udara menjadi kendala utama bagi wisatawan untuk melanjutkan perjalanan.

“Banyak wisatawan yang sebenarnya ingin ke Biak setelah dari Raja Ampat, tetapi mereka harus transit ke Jayapura atau Makassar karena belum ada penerbangan langsung. Hal itu yang menurunkan minat mereka,” katanya.

Dengan dibukanya rute penerbangan baru tersebut, ia berharap konektivitas antara wilayah Papua Barat Daya dan Papua dapat semakin meningkat serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di kedua daerah.

Dalam kesempatan itu, Mansnembra juga menyampaikan bahwa kunjungan kerja ke Raja Ampat bertujuan untuk belajar dari keberhasilan daerah tersebut dalam mengembangkan sektor pariwisata yang telah dikenal hingga tingkat internasional.

Ia mengakui bahwa Kabupaten Biak Numfor juga memiliki potensi wisata bahari yang besar, terutama di kawasan Kepulauan Padaido dan wilayah Teluk Cenderawasih. Namun dari sisi promosi dan pengelolaan destinasi wisata, Biak masih tertinggal dibandingkan Raja Ampat.

“Kami datang ke sini dengan niat belajar dari saudara muda. Walaupun dari sisi usia pemerintahan Biak lebih tua, tetapi kami tidak datang dengan ego. Kami ingin belajar bagaimana Raja Ampat mengelola pariwisatanya hingga dikenal dunia,” ujarnya.

Ia berharap selama beberapa hari berada di Raja Ampat, rombongan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dapat memperoleh berbagai masukan dan pengalaman yang bermanfaat untuk pengembangan daerahnya.

Mansnembra juga mengundang Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk melakukan kunjungan balasan ke Biak Numfor guna memperkuat kerja sama di berbagai sektor.

“Kita berharap dari pertemuan ini akan ada tindak lanjut berupa kerja sama konkret. Apalagi konektivitas transportasi sudah mulai dibuka, sehingga hubungan antara kedua daerah bisa semakin erat,” katanya.

Pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kerja sama antardaerah di Tanah Papua. Kedua daerah dinilai memiliki potensi besar untuk saling mendukung dalam pengembangan sektor pariwisata bahari, perikanan, serta peningkatan konektivitas transportasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.

Kunjungan kerja ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari hingga Kamis mendatang, dengan agenda diskusi, kunjungan lapangan, serta pertukaran pengalaman terkait pengelolaan pariwisata dan pembangunan daerah.

Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *