RSUD Tipe C Raja Ampat Hampir Rampung, Progres Pembangunan Capai 92 Persen dan Ditargetkan Resmi Mei 2025

Waisai, RajaAmpatNews — Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe C Kabupaten Raja Ampat terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal Maret 2025, progres pembangunan fisik rumah sakit tersebut telah mencapai sekitar 92 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat sebelum memasuki tahap serah terima.

Hal itu disampaikan Direktur RSUD Kabupaten Raja Ampat, Meidi Lidia Maspaitela,S.Gz, MM kepada RajaAmpatNews disela-sela meninjau progres pembangunan RSUD Tipe C Raja Ampat, Jumat (6/3/2025).

Dalam penjelasannya, Meidi mengatakan bahwa saat ini pembangunan telah memasuki tahap akhir. Menurutnya, pembangunan rumah sakit ini dirancang dengan konsep pelayanan kesehatan yang nyaman bagi pasien. Lingkungan rumah sakit juga diupayakan memiliki nuansa hijau dan suasana yang menenangkan.

Ia berharap rumah sakit tersebut dapat segera difungsikan sebagai pusat pelayanan kesehatan kuratif bagi masyarakat di Kabupaten Raja Ampat.

Ket: Direktur RSUD Kabupaten Raja Ampat, Meidi Lidia Maspaitela,S.Gz, MM /Foto: Agustinus Guntur/RajaAmpatNews

“Rumah sakit ini kami harapkan dapat diresmikan pada bulan Mei sesuai rencana. Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar pembangunan ini dapat selesai tepat waktu sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Raja Ampat,” kata Meidi.

Ia menambahkan, RSUD Tipe C ini nantinya akan dilengkapi dengan tenaga medis profesional sehingga mampu memberikan layanan kesehatan yang optimal.

“Kami berharap rumah sakit ini tidak hanya menghadirkan fasilitas yang baik, tetapi juga didukung tenaga medis yang profesional sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, penanggung jawab proyek pembangunan rumah sakit, Andika, yang bertindak sebagai Kuasa Kerja Sama Operasi (KSO), menjelaskan bahwa secara teknis pekerjaan konstruksi saat ini sudah hampir selesai dan hanya menyisakan tahap perapihan.

“Untuk progres sampai hari ini kurang lebih sudah mencapai 92 persen. Kondisi yang terlihat masih berantakan ini sebenarnya hanya proses pembersihan dan perapihan saja,” jelas Andika.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pekerjaan utama seperti waterproofing, pengecatan, hingga pemasangan berbagai fasilitas sudah selesai dikerjakan.

Ket: Penanggung jawab proyek pembangunan rumah sakit, Andika/Foto: Agustinus Guntur/RajaAmpatnews,

“Yang tersisa sekarang adalah pembersihan, pengecatan yang belum dirapikan, serta penyelesaian interior. Untuk interior sendiri rata-rata sudah jadi, tinggal dipasang saja,” katanya.

Selain itu, beberapa ruang penting seperti ruang operasi juga telah hampir rampung. Menurutnya, dalam satu hingga dua hari ke depan sebagian besar pekerjaan interior diperkirakan selesai.

Setelah seluruh pekerjaan konstruksi selesai, tahap berikutnya adalah commissioning test, yaitu pengujian seluruh sistem instalasi bangunan rumah sakit.

“Pengujian ini meliputi sistem gas medis, fire alarm, sprinkler, hydrant, instalasi air bersih, hingga sistem pembuangan air kotor. Semua akan diuji untuk memastikan berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Tahap pengujian tersebut diperkirakan berlangsung sekitar satu minggu sebelum proses serah terima proyek.

“Target kami optimisnya akhir bulan ini sudah bisa dilakukan serah terima,” tambah Andika.

Dalam proses pembangunan ini, proyek tersebut juga melibatkan ratusan tenaga kerja.

“Saat pekerjaan sedang dalam kondisi penuh, jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai sekitar 350 orang,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan RSUD Raja Ampat, Nahar, menyampaikan bahwa pemerintah daerah optimistis pembangunan rumah sakit dapat selesai sesuai target sehingga dapat diresmikan pada Mei 2025.

“Kalau melihat progres yang sudah mencapai sekitar 92 persen, kami optimistis pekerjaan fisik dapat selesai pada bulan Maret ini sehingga siap untuk peresmian pada bulan Mei,” kata Nahar.

Ia juga menjelaskan bahwa berbagai instalasi dasar yang menunjang operasional rumah sakit telah terpasang dalam pembangunan gedung, seperti instalasi oksigen medis, sistem air bersih, serta sistem pemadam kebakaran.

“Untuk instalasi dasar seperti oksigen medis, sistem air bersih, hingga sistem pemadam kebakaran sudah termasuk dalam pembangunan fisik gedung,” jelasnya.

Sementara itu, untuk peralatan kesehatan utama akan dipenuhi melalui dukungan dari Kementerian Kesehatan. Menurut Nahar, RSUD Raja Ampat direncanakan menjadi rumah sakit rujukan yang mendukung layanan KJSU, yaitu penanganan penyakit kanker, jantung, stroke, dan urologi.

KET: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan RSUD Raja Ampat, Nahar/Foto; Agustinus Guntur/RajaAmpatNews

“Beberapa peralatan penting seperti CT Scan akan merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan. Selain itu, peralatan untuk penanganan penyakit kanker juga akan disediakan oleh Kemenkes,” ujarnya.

Pengadaan alat kesehatan tersebut akan dilakukan setelah pembangunan gedung selesai sepenuhnya.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan. Setelah gedung ini selesai, barulah mereka akan menjadwalkan pengiriman dan pemasangan alat-alat kesehatan,” tambahnya.

Dengan progres pembangunan yang hampir rampung, pemerintah daerah berharap kehadiran RSUD Tipe C Raja Ampat nantinya mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas medis yang lebih lengkap dan modern di wilayah tersebut.

Writer: Agustinus Guntur II Editor: Petrus Rabu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *