WAISAI, RajaAmpatNews– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), jajaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Raja Ampat memilih merayakannya dengan cara sederhana namun penuh makna. Di momentum bulan suci Ramadhan 2026, peringatan tahun ini diisi dengan aksi sosial berbagi takjil kepada masyarakat di Kota Waisai.
Suasana hangat terasa di perempatan Jalan Jenderal Sudirman, Waisai, Selasa (3/3/2026) sore. Di tengah arus lalu lintas menjelang waktu berbuka puasa, para personel Satpol PP turun langsung ke jalan membagikan sekitar 200 paket takjil kepada pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan ke-107 Pemadam Kebakaran (Damkar) Tahun 2026. Seluruh personel Satpol PP Kabupaten Raja Ampat terlibat aktif dalam aksi sosial tersebut.
Kepala Satpol PP Kabupaten Raja Ampat, Gideon Omkarsba,SH, MH mengatakan perayaan HUT kali ini sengaja digelar tanpa seremoni besar.

“Kami tidak melakukan kegiatan ulang tahun yang begitu meriah. Di sore hari ini kami memilih turun ke jalan untuk melakukan pembagian takjil di Kota Waisai, sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujarnya.
Ia menyebutkan, hingga tahun 2026 jumlah keseluruhan personel Satpol PP, Damkar, dan Linmas di Kabupaten Raja Ampat mencapai 272 anggota. Melalui kegiatan berbagi ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa kehadiran aparat tidak hanya dalam konteks penegakan peraturan daerah dan menjaga ketertiban umum, tetapi juga dalam semangat solidaritas sosial.
“Bukan berarti kami turun ke jalan hanya untuk mengamankan ketertiban atau perda. Tetapi di bulan suci Ramadhan ini, kami juga ingin berbagi rezeki dan membagikan berkah yang bisa kami berikan kepada sesama,” tambahnya.

Melalui momentum HUT di bulan Ramadhan ini, Satpol PP Kabupaten Raja Ampat berharap dapat semakin mempererat hubungan dengan masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di Kota Waisai.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu












