Rudy Rumbewas Nyatakan Keprihatinan, Sebut KNPI Raja Ampat Cacat dalam Pembinaan Regenerasi Pemuda

WAISAI, RajaAmpatNews- Ketua Pemuda Warnap, Rudy Rumbewas, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap dinamika yang terjadi di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Raja Ampat. Ia menilai bahwa proses pembinaan organisasi, khususnya dalam hal regenerasi kepemudaan, tidak berjalan sebagaimana mestinya dan justru menunjukkan indikasi “cacat pembinaan” yang berpotensi menghambat kemajuan generasi muda di daerah tersebut.

Rudy mengungkapkan bahwa sejumlah pemuda dan pemudi di Raja Ampat tidak mendapatkan ruang serta peluang yang adil untuk berkompetisi dan berkontribusi dalam struktur dan proses organisasi KNPI. Menurutnya, kondisi ini bertolak belakang dengan semangat dasar KNPI sebagai wadah berhimpunnya generasi muda dari berbagai latar belakang organisasi, budaya, dan ideologi demi kemajuan daerah dan bangsa.

“Miris sekali melihat kondisi hari ini. Pemuda dan pemudi Raja Ampat seakan dikerdilkan perannya. Mereka tidak diberikan kesempatan yang sama untuk bersaing secara sehat dalam dinamika organisasi KNPI. Padahal, regenerasi adalah roh utama dari sebuah organisasi kepemudaan,” ujar Rudy Rumbewas kepada wartawan di Waisai, Sabtu,(6/12/2025).

Ia menegaskan, organisasi sekelas KNPI semestinya menjadi laboratorium kaderisasi, tempat lahirnya pemimpin-pemimpin muda masa depan yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah. Namun realitas yang terjadi justru berkebalikan. Proses yang seharusnya transparan, terbuka, dan partisipatif, dinilai menjadi tertutup dan eksklusif.

Lebih lanjut, Rudy menyoroti keberadaan pengurus karteker KNPI Raja Ampat yang menurutnya harus berjalan seiring dan sejalan dengan Panitia Penyelenggara (PanPel) Musyawarah Daerah (Musda) KNPI. Menurutnya, ketidaksinkronan antara kedua elemen tersebut justru berpotensi memunculkan konflik kepentingan serta mencederai kepercayaan publik, khususnya kalangan pemuda di Kabupaten Raja Ampat.

“Harapan kami jelas, pengurus karteker KNPI Raja Ampat harus sejalan dengan Panitia Penyelenggara. Jangan ada tarik-menarik kepentingan. Jangan ada aturan yang ditafsirkan sepihak. Semua harus mengikuti mekanisme dan prinsip-prinsip organisasi yang demokratis, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Rudy juga meminta agar seluruh proses pelaksanaan Musda KNPI Raja Ampat dapat dilakukan secara terbuka dan melibatkan seluruh unsur pemuda, baik dari organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), komunitas, maupun unsur independen. Menurutnya, KNPI harus menjadi rumah besar bagi semua pemuda, bukan hanya milik segelintir kelompok.

“Kami tidak menolak siapa pun. Yang kami perjuangkan adalah keadilan, keterbukaan, dan masa depan generasi muda Raja Ampat. Jangan sampai KNPI ini menjadi alat kepentingan kelompok tertentu. Pemuda Raja Ampat harus bersatu, diberdayakan, dan dibimbing, bukan malah dijauhkan dari ruang-ruang pengambilan keputusan,” tambahnya.

Ia berharap, pihak-pihak terkait, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, dapat turun tangan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan yang berlaku. Hal itu penting agar tidak terjadi preseden buruk bagi organisasi kepemudaan di masa mendatang.

“Ini bukan hanya soal jabatan, ini soal masa depan pemuda Raja Ampat. Kalau hari ini prosesnya salah, maka generasi selanjutnya akan meniru kesalahan itu. Kita harus berani luruskan sekarang,” tutup Rudy.

Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu