WAISAI, RajaAmpatNews — DPRK Raja Ampat melakukan sidak mendadak pada dua proyek DAK 2025: pembangunan RS Tipe C dan gedung baru Labkes di Kelurahan Warmasen, Distrik Kota Waisai. Rabu (26/11/25).
Sidak ini dilakukan setelah muncul indikasi keterlambatan pekerjaan di lapangan. Ketua DPRK, Moh. Taufik Sarasa, menegaskan bahwa kontraktor wajib mengejar dateline, karena kegagalan mencapai progres berpotensi membuat DAK 2026 dipangkas.

“Kami ingin memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan tidak menimbulkan risiko bagi alokasi anggaran tahun depan,” ujarnya.
Temuan lapangan menunjukkan progres pembangunan baru berada di angka 40 persen, jauh dari target penyelesaian 31 Desember 2025. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait kinerja kontraktor dan potensi hilangnya anggaran pusat.
Sementara itu, Anggota Komisi III, Roni Romelus Rumbewas, menekankan bahwa proyek bernilai besar seperti RS Tipe C tidak boleh hanya dikejar kuantitas, tetapi juga mutu.

“Jika kualitas tidak sesuai RAB, masyarakat yang akan dirugikan,” tegasnya.
DPRK memastikan pengawasan akan diperketat menyusul rendahnya capaian progres dan besarnya ancaman terhadap kelanjutan DAK tahun 2026.
Writer: Aditya Nugroho II Editor: Petrus Rabu












