Kunjungan Kementerian Pendidikan ke SDN 25 Moko Dorong Pengembangan Kurikulum Berbasis Alam dan Kearifan Lokal di Raja Ampat

Waisai, RajaAmpatNews— Siswa-siswi dan guru SD Negeri 25 Moko, Waisai, Kabupaten Raja Ampat, menyambut dengan penuh antusias kunjungan kerja rombongan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) bersama Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) pada Senin (13/10/2025)

Kunjungan ini menjadi bagian dari program pengembangan kurikulum berbasis potensi lokal dan lingkungan alam di Tanah Papua, khususnya di wilayah Raja Ampat. Melalui kegiatan ini, tim Kementerian berupaya membangun kolaborasi dengan para pendidik di daerah untuk merancang pembelajaran yang relevan dengan karakteristik dan kekayaan alam setempat.

Perwakilan dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Risky Maisora, menjelaskan bahwa SDN 25 Moko dipilih sebagai salah satu sekolah percontohan untuk mengembangkan model sekolah alam yang mengintegrasikan potensi lingkungan dan kearifan lokal dalam proses belajar mengajar.

“Kami ingin bersama-sama dengan para guru di SDN 25 Moko mengeksplorasi potensi alam dan kearifan lokal yang dimiliki. Dari situ, kita akan kembangkan kurikulum dan metode pembelajaran yang memaksimalkan potensi alam Papua untuk anak-anak,” ujar Risky.

Kegiatan kunjungan ini berlangsung selama dua hari di Raja Ampat, dengan agenda pendampingan, observasi proses belajar, dan diskusi bersama tenaga pendidik. Turut hadir pula Zulkifli, mantan Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, yang kini turut mendampingi tim dalam proses pengembangan kurikulum di wilayah timur Indonesia.

Menurut Risky, setelah kunjungan ini, tim akan melanjutkan tahapan berikutnya pada bulan depan dengan penyusunan dokumen kurikulum dan contoh-contoh praktik pembelajaran berbasis potensi alam Raja Ampat.

“Rencananya bulan depan kami kembali ke sini untuk melanjutkan pengembangan kurikulumnya dalam bentuk dokumen dan contoh pembelajaran. Jadi akan ada dua kali kunjungan agar hasilnya benar-benar kontekstual dan bisa diterapkan di sekolah,” tambahnya.

Kegiatan ini disambut positif oleh pihak sekolah. Para guru SDN 25 Moko mengaku bangga karena sekolah mereka menjadi bagian dari upaya nasional untuk memperkuat kurikulum kontekstual Papua. Mereka berharap, inisiatif ini dapat mendorong siswa lebih mengenal dan mencintai alam serta budaya daerahnya sejak dini.

Kunjungan kerja Kementerian Pendidikan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun pendidikan yang lebih relevan, inklusif, dan berpihak pada potensi daerah, sejalan dengan semangat Merdeka Belajar di seluruh Indonesia.

Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu