“Berbekal pengalaman konservasi dan pemberdayaan, Valend Burdam mantapkan langkah membawa potensi desa Raja Ampat ke panggung nasional melalui APUDSI”
Sorong, RajaAmpatNews — Calon Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) Majelis Kabupaten Desa (MKD) Raja Ampat, Valend Burdam, resmi menyerahkan berkas fisik rekomendasi Bupati Raja Ampat kepada Koordinator Wilayah (Korwil) APUDSI Papua Barat Daya, Ruslan Rasid, Selasa (16/9/2025).
Penyerahan dilakukan di kediaman Ruslan yang sekaligus menjadi Sekretariat Korwil APUDSI Papua Barat Daya. Momen ini menjadi salah satu syarat penting bagi Valend untuk melangkah dalam pencalonannya sebagai Ketua APUDSI Raja Ampat.
“Saya selaku Korwil mengapresiasi kedatangan calon Ketua APUDSI Raja Ampat. Ini luar biasa, beliau rela menyeberangi pulau bahkan naik pesawat ke tanah Malamoi hanya untuk menyerahkan rekomendasi dukungan dari Bupati Raja Ampat. Saya bangga dengan kesungguhannya,” ujar Ruslan.
Ruslan menegaskan, rekomendasi kepala daerah adalah dokumen utama yang wajib dipenuhi oleh setiap calon Ketua APUDSI.
“Jika tidak ada rekomendasi itu, otomatis calon tidak memenuhi syarat untuk diusulkan ke Majelis Kesejahteraan Nasional APUDSI di Jakarta,” tegasnya.
Valend Burdam bukan sosok baru dalam dunia pemberdayaan masyarakat. Ia pernah dan bahkan hingga kini menjadi pendamping Program Tekad di Raja Ampat yang berfokus pada penguatan kapasitas desa. Juga Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Warmasen-Distrik Kota Waisai. Sebelumnya, Valend lama mengabdi bersama Conservation International Indonesia, mendorong konservasi laut dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan di Raja Ampat.
Kini Valend juga fokus mendukung gerakan literasi dan gerakan promosi Raja Ampat melalui media cetak dan online.

“Selain wisata yang sudah mendunia, Raja Ampat juga punya potensi hasil laut seperti ikan dan rumput laut yang bisa dikembangkan hingga ke pasar ekspor. Saya berharap APUDSI bisa menjadi pintu masuk bagi investor luar sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat desa untuk mengelola potensi alam mereka,” ungkap Valend.
Pada akhir September 2025 mendatang, tepatnya 29–30 September, MKN APUDSI akan menggelar Apudsi Village Economic Summit (AVES) 2025 yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) I di Hotel Fairmont, Jakarta.
Kegiatan ini dijadwalkan dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Desa & PDTT, Menko Pangan RI, Wakil Perdana Menteri Malaysia, serta Ketua MKN APUDSI Maulidan Isbar yang akan membuka acara.
RAKORNAS juga akan membahas laporan Korwil APUDSI se-Indonesia, pembentukan MKD tingkat kabupaten/kota, sosialisasi pelantikan 416 MKD, hingga penyerahan dokumen Peraturan Organisasi APUDSI.
Keberadaan APUDSI di Raja Ampat memiliki arti strategis. Kabupaten kepulauan ini terdiri dari 24 distrik, 117 kampung, dan 4 kelurahan, yang sebagian besar masyarakatnya hidup di wilayah pesisir dengan ketergantungan tinggi pada sumber daya alam.

Sebagai daerah tujuan utama wisata dunia, Raja Ampat membutuhkan wadah organisasi yang mampu menjembatani potensi desa dengan peluang investasi, sekaligus menjaga kesinambungan antara konservasi dan pembangunan ekonomi. APUDSI diharapkan menjadi motor penggerak yang menghubungkan desa-desa di Raja Ampat dengan jejaring nasional, sehingga potensi lokal dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan tanpa mengabaikan kelestarian alam yang menjadi identitas daerah ini.
Dengan langkah Valend Burdam, APUDSI Raja Ampat diharapkan tidak hanya hadir sebagai organisasi formal, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi bagi masyarakat desa untuk ikut serta menentukan arah pembangunan, memperkuat ekonomi, dan menjaga Raja Ampat tetap menjadi destinasi unggulan dunia.












