Waisai, RajaAmpatNews – Komunitas anak muda Usaha Kecil dan Menengah Industri Kecil Menengah Nusantara Raja Ampat (UKM IKM Nusantara Raja Ampat/UIN-R4) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir di wilayah Raja Ampat. Di bawah kepemimpinan Frits Moom selaku Ketua Koordinator, komunitas ini melakukan aksi lapangan dengan mengunjungi sejumlah kampung nelayan di dua distrik, yakni Waigeo Barat Kepulauan dan Waigeo Barat Daratan. Jumat, (17/10/2025).
Dalam kegiatan yang berlangsung pada 17 Oktober 2025 tersebut, tim UIN-R4 menyambangi delapan kampung, yaitu Salio, Selpele, Mutus, Meosarar, Meosmanggara, Pam, Saupapir, dan Saukabu. Kunjungan ini tidak sekadar silaturahmi, tetapi juga membawa misi ekonomi dan sosial yang kuat membeli hasil tangkapan lobster langsung dari nelayan dengan harga terbaik serta mensosialisasikan program pemberdayaan yang tengah digalakkan komunitas tersebut.
Ketua Koordinator UIN-R4, Frits Moom, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen anak-anak muda Raja Ampat untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat pesisir, terutama mereka yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan.
> “Kami komunitas anak muda UKM IKM Nusantara Raja Ampat (UIN-R4) akan terus bertindak nyata demi mensejahterakan saudara dan orang tua kami di seluruh kampung di Raja Ampat. Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda juga bisa menjadi pelaku perubahan, bukan hanya penonton,” ungkap Frits Moom saat ditemui di sela kegiatan.

Program UIN-R4 berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal berbasis hasil laut dan potensi perikanan rakyat, dengan pola kemitraan langsung bersama nelayan. Selain melakukan pembelian hasil laut secara langsung dengan harga yang lebih menguntungkan bagi nelayan, tim juga melakukan sosialisasi tentang manajemen usaha, penanganan pasca panen, serta akses pasar yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Frits Moom menambahkan bahwa UIN-R4 akan terus berbenah dalam menjalankan misi pemberdayaan dan bisnis sosialnya agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
“Tak ada kayu, rotan pun jadi… tak ada finansial, doa pun jadi. Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar UIN-R4 terus bisa berjalan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat nelayan di seluruh pelosok Raja Ampat,” ujarnya.
Langkah yang ditempuh UIN-R4 mendapat apresiasi dari masyarakat kampung yang dikunjungi. Banyak nelayan mengaku terbantu dengan kehadiran komunitas ini karena harga jual lobster dan hasil tangkapan mereka menjadi lebih adil dan stabil.
Gerakan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas pemuda lainnya di wilayah timur Indonesia untuk terlibat aktif dalam pengembangan ekonomi lokal yang berkeadilan dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat kemandirian dan gotong royong masyarakat Raja Ampat.
Dengan semangat solidaritas dan kepedulian sosial, UKM IKM Nusantara Raja Ampat (UIN-R4) menunjukkan bahwa anak muda Raja Ampat tidak hanya mampu bermimpi, tetapi juga bergerak nyata demi masa depan masyarakat pesisir yang lebih sejahtera.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu













