Sorong, Raja Ampat News – Pelayanan kapal cepat milik PT Belibis Putra kembali menuai keluhan dari warga Raja Ampat. Keluhan tersebut mencakup kenyamanan penumpang, mulai dari pendingin ruangan (AC) yang tidak berfungsi, pengelolaan kapasitas penumpang, hingga sistem penjualan tiket yang dinilai tidak sesuai standar.
Salah seorang warga Raja Ampat yang enggan disebutkan namanya mengaku mengalami langsung pelayanan yang merugikan penumpang saat menggunakan kapal cepat Belibis Putra pada rute Sorong–Waisai, Minggu (25/1/2026). Ia menyebutkan, penumpang diminta membeli tiket kosong seharga Rp125.000 tanpa mencantumkan nama penumpang, nomor kursi, cap tanggal, maupun tempat penjualan.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat merugikan penumpang karena nama tidak tercatat secara resmi dalam manifest penumpang. Padahal, pencatatan nama penumpang merupakan hal penting sebagai bentuk tanggung jawab manajemen kapal, terutama apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama pelayaran.
“Sebagai penumpang, kami ingin nama kami tercatat resmi karena sudah membeli tiket. Kalau terjadi sesuatu di atas kapal, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya.
Selain persoalan tiket, warga juga menyoroti fasilitas di dalam kapal yang dinilai jauh dari kata nyaman. Pendingin ruangan (AC) tidak berfungsi dengan baik, sementara fasilitas hiburan seperti televisi dilaporkan tidak aktif atau rusak. Kondisi tersebut membuat penumpang merasa tidak nyaman selama perjalanan.
Keluhan lainnya adalah muatan barang yang berlebihan di dalam kapal. Menurut warga, kapal cepat Marina yang dioperasikan PT Belibis Putra lebih banyak mengakomodasi barang kiriman sehingga ruang penumpang menjadi sempit. Padahal, kapal cepat tersebut diperuntukkan khusus untuk angkutan penumpang, bukan kapal kargo.
“Ini kapal penumpang, bukan kapal barang. Kalau barang terlalu banyak, penumpang jelas dirugikan,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, warga meminta Pemerintah Kabupaten Raja Ampat segera melakukan evaluasi terhadap izin trayek PT Belibis Putra pada rute Sorong–Waisai dan Waisai–Sorong. Warga juga mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Raja Ampat agar tidak diam dan segera merespons keluhan masyarakat.

DPRK Raja Ampat diminta segera memanggil manajemen PT Belibis Putra bersama Dinas Perhubungan setempatuntuk meminta klarifikasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan pelayanan yang dikeluhkan penumpang.
“DPRK jangan diam. Ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat Raja Ampat,” tutup warga tersebut.
Writer: Derek M II Editor; Petrus Rabu













