RAJA AMPAT — Polemik terkait masuknya layanan transportasi online Maxim di Kabupaten Raja Ampat terus menjadi sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengedepankan aspirasi masyarakat dalam menentukan sikap.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Orideko Iriano Burdam saat diwawancarai awak media usai rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Raja Ampat Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPRK Raja Ampat, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, kehadiran layanan ojek online seperti Maxim pada dasarnya bukan hal yang perlu dipersoalkan secara berlebihan, selama memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun demikian, ia menekankan pentingnya proses sosialisasi agar masyarakat memahami secara utuh dampak positif maupun potensi tantangan yang ditimbulkan.
“Kalau memang masyarakat menerima, tentu kita dukung. Tapi kalau masyarakat menolak, pemerintah juga harus mendengar. Intinya, keputusan ada di masyarakat,” ujar Orideko.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak akan memaksakan kebijakan tanpa adanya kesepahaman bersama. Oleh karena itu, langkah awal yang akan dilakukan adalah memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk kepada para pelaku ojek konvensional.
Bupati juga mengingatkan agar polemik ini tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat, sebagaimana yang terjadi di sejumlah daerah lain ketika transportasi online mulai beroperasi.
“Kita tidak ingin terjadi gesekan antara ojek online dan ojek konvensional. Yang terpenting adalah bagaimana semua pihak bisa memahami dan berjalan bersama secara baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa apabila layanan transportasi online tersebut nantinya disetujui, maka pelaksanaannya diharapkan melibatkan masyarakat lokal, bukan pihak luar semata.
“Kita ingin yang terlibat adalah masyarakat kita sendiri. Jadi perlu ada pemahaman bersama melalui organisasi dan komunikasi yang baik,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, lanjut Orideko, akan terus memfasilitasi dialog antara berbagai pihak guna mencari solusi terbaik, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan polemik kehadiran Maxim dapat diselesaikan secara bijak, serta mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan keharmonisan sosial di tengah masyarakat Raja Ampat.
Writer: Agustinus Guntur












