Bupati Orideko Burdam Tampil di Metro TV Bahas Festival Pesona dan Gemarikan 2025: “Membawa Pesona Timur Indonesia ke Panggung Dunia”

banner 120x600

Jakarta, Raja Ampat News – Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.IP., M.M., M.Ec.Dev, tampil dalam program “Selamat Pagi Indonesia” di Metro TV, Jumat (24/10/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Orideko membahas penyelenggaraan Festival Pesona Raja Ampat dan Festival Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan), serta kekayaan budaya yang menjadi daya tarik utama Raja Ampat.

Dipandu oleh Host Gadis Bianca, wawancara yang tayang pukul 09.05 WIB itu mengulas dua agenda besar Pemerintah Kabupaten Raja Ampat yang dikemas menjadi satu event spektakuler bertema “Membawa Pesona Timur Indonesia ke Panggung Dunia.”

“Biasanya Festival Pesona Raja Ampat dan Festival Gemarikan dilaksanakan terpisah, namun tahun ini kami kemas bersama agar lebih kuat dampaknya, baik untuk promosi budaya maupun ekonomi masyarakat,” jelas Bupati Orideko Burdam dalam program tersebut.

Kegiatan yang berlangsung 18–21 Oktober 2025 di Pantai WTC Waisai itu menjadi momentum penting untuk menampilkan kekayaan budaya Raja Ampat sekaligus menggerakkan sektor ekonomi lokal.

Menurut Bupati Orideko, Festival Pesona Raja Ampat bertujuan mengangkat nilai-nilai budaya khas daerah, termasuk memperkenalkan perahu kajang—alat transportasi tradisional masyarakat pesisir Raja Ampat sejak dahulu—dan tarian gale-gale, tarian pergaulan yang kini hampir punah.

“Kami berharap tarian gale-gale dapat kembali hidup dan diajarkan di sekolah-sekolah sebagai muatan lokal berbasis budaya Raja Ampat,” ujarnya.

KET: Bupati Raja Ampat, Orideko I Burdam (kanan) saat di wawancara Metro TV pada Sabtu (24/10/2025)/Foto: Tangkapan layar Channel YouTube Metro Tv

Sementara itu, Festival Gemarikan digelar untuk terus mengedukasi masyarakat agar menjadikan ikan sebagai sumber utama protein, serta mempromosikan produk UMKM berbahan dasar ikan seperti abon, stik ikan, dan olahan lainnya.

“Meskipun mayoritas masyarakat Raja Ampat adalah nelayan, Festival Gemarikan menjadi sarana agar mereka tetap eksis dan termotivasi untuk mengembangkan usaha turunan dari hasil laut,” tambahnya.

Bupati Orideko juga menekankan bahwa penyelenggaraan kedua festival ini bukan hanya berdampak budaya, tetapi juga ekonomi. Selama empat hari pelaksanaan, ribuan pengunjung dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara, datang ke Waisai dan memberikan efek berganda bagi para pelaku UMKM.

“Semakin banyak wisatawan datang, semakin besar pula peluang masyarakat memperoleh pendapatan. Inilah bentuk ekonomi kreatif berbasis budaya dan pangan lokal,” terang Orideko.

Host Gadis Bianca menutup sesi dengan mengingatkan para wisatawan agar tidak hanya menikmati keindahan bawah laut Raja Ampat, tetapi juga mencicipi kuliner lokal yang disajikan oleh mama-mama Papua.

Di akhir wawancara, Bupati Orideko menegaskan bahwa melalui tema “Membawa Pesona Timur Indonesia ke Panggung Dunia,” Pemerintah Kabupaten Raja Ampat tidak hanya memperkenalkan keindahan alamnya, tetapi juga mendukung pariwisata daerah penyangga lain di Provinsi Papua Barat Daya, seperti Kabupaten Sorong Selatan yang dikenal dengan julukan “Seribu Satu Sungai.”

“Raja Ampat bukan hanya ikon wisata dunia, tetapi juga mitra pembangunan bagi daerah-daerah penyangga di Papua Barat Daya,” tutup Bupati Orideko Burdam.

Writer: Derek Mambrasar II Editor: Petrus Rabu