Jefman Barat, RajaAmpatNews – Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam, S.IP, MM, M.Ec.Dev, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi produk olahan lokal hasil karya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Jefman, Selasa (29/7/2025).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda resmi penyerahan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DDs) untuk 117 kampung se-Kabupaten Raja Ampat. Di sela agenda tersebut, Bupati Orideko menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat serta meninjau berbagai program dan inovasi dari tim KKN-PPM UGM unit PBD005 yang tergabung dalam proyek “Raja Ampat Berkisah”.

Mahasiswa KKN UGM memaparkan sejumlah produk unggulan hasil pendampingan mereka di kampung Jefman Barat, Jefman Timur, dan Samate. Di antara produk yang menarik perhatian adalah rolade ikan, abon ikan, dan yang paling menonjol, teh berbahan dasar daun mangrove—yang dinilai potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami sangat gembira terhadap apa yang adik-adik lakukan di distrik Salawati Utara, khususnya di Samate dan Jefman Barat. Produk teh dari mangrove ini sangat relevan karena daerah kami kaya akan ekosistem mangrove. Ini akan kami dorong untuk dikembangkan bersama masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Bupati Orideko.
Ia juga menekankan bahwa optimalisasi potensi sumber daya lokal, seperti hasil laut dan tanaman mangrove, harus didorong melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif. Pemerintah daerah, menurutnya, akan mendukung inisiatif semacam ini sebagai bagian dari strategi peningkatan ekonomi masyarakat.

Tak hanya berdialog dengan bupati, tim “Raja Ampat Berkisah” juga mengadakan pertemuan dengan sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi untuk pengembangan program-program berkelanjutan di bidang pendidikan, ekonomi, dan pelestarian lingkungan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah seperti ini menjadi model sinergi yang mampu memperkuat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), mulai dari ketahanan pangan, pendidikan berkualitas, hingga pertumbuhan ekonomi lokal.












