Permudah Pasien, Dirketur RSUD Raja Ampat Minta BPJS Kesehatan Berkantor di Rumah Sakit

RAJA AMPAT — Direktur RSUD Raja Ampat, Meidi Lidia Maspaitella, meminta BPJS Kesehatan membuka layanan atau berkantor di lingkungan RSUD Raja Ampat. Langkah ini dinilai dapat mempercepat pengurusan administrasi sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkait kepesertaan dan pelayanan kesehatan.

Meidi menyampaikan usulan tersebut saat ditemui Raja Ampat News, Selasa (22/9/2026). Menurutnya, keberadaan petugas BPJS Kesehatan di RSUD akan membuat proses pelayanan lebih efektif karena persoalan administrasi dapat ditangani langsung di lokasi pelayanan.

“Kami sudah siapkan lokasi. Silakan BPJS Kesehatan datang dan berkantor di sini. Kita sama-sama berkolaborasi untuk mempermudah, mengedukasi, dan melayani masyarakat,” kata Meidi.

Ia mengatakan, layanan tersebut terutama akan membantu pasien yang datang dari kampung-kampung. Selama ini, pasien atau keluarga pasien yang membutuhkan penyelesaian administrasi BPJS harus berpindah tempat sehingga berpotensi menambah waktu, biaya, dan beban selama menjalani proses pelayanan kesehatan.

Menurut Meidi, kehadiran petugas BPJS di RSUD juga dapat memperjelas pembagian tugas antara tenaga medis dan petugas administrasi. Persoalan kepesertaan, verifikasi, maupun kelengkapan administrasi BPJS dapat langsung dikomunikasikan dengan petugas yang berwenang tanpa membebani tenaga medis.

“Dengan begitu, tidak ada lagi kesalahpahaman antara petugas medis dan pasien hanya karena persoalan administrasi BPJS. Hal-hal yang berkaitan dengan administrasi kepesertaan seharusnya dapat ditangani langsung oleh petugas BPJS,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran layanan BPJS di rumah sakit bukan hanya soal kemudahan administrasi, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga  Disperindag Tambrauw Raih Penghargaan P3DN dari Menteri Perindustrian, Bukti Komitmen Dorong Produk Lokal