Pemkab Raja Ampat Perkuat Penanganan Karhutla, Wabup Tinjau Langsung Kondisi di Puper

RAJA AMPAT — Pemerintah Kabupaten Raja Ampat terus memperkuat upaya penanganan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung dan meningkatkan potensi kebakaran di sejumlah wilayah.

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap penanganan di lapangan, Wakil Bupati Raja Ampat, Mansyur Syahdan, didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Raja Ampat, Muhamad Guntur Tamima, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Puper, Distrik Waigeo Timur, Sabtu (5/9/2026).

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Raja Ampat, Petrus Rabu, dalam siaran pers yang diterima RajaAmpatNews.com menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi Karhutla sekaligus memastikan upaya pemadaman dan pengendalian yang dilakukan Satgas Penanggulangan Karhutla Raja Ampat berjalan optimal.

Rombongan Wakil Bupati diterima Kepala Distrik Waigeo Timur, Adrian Korwa, Kepala Kampung Puper, Komandan Kompi Satgas Puper, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kehadiran Wakil Bupati bersama jajaran BPBD di lokasi Karhutla menjadi bentuk dukungan moril Pemerintah Kabupaten Raja Ampat kepada personel Satgas yang sedang bertugas di lapangan, sekaligus memastikan masyarakat Kampung Puper yang berada di wilayah terdampak mendapat perhatian pemerintah.

Dalam kunjungan tersebut, BPBD Raja Ampat juga membawa sejumlah logistik dan peralatan pendukung pemadaman untuk membantu kebutuhan personel Satgas yang tengah melaksanakan operasi penanggulangan Karhutla di Kampung Puper.

Kepala BPBD Raja Ampat, Muhamad Guntur Tamima, menyampaikan bahwa berdasarkan data BPBD, terdapat lima titik kebakaran yang teridentifikasi di wilayah Kampung Yenbekaki dan Kampung Puper.

Khusus di Kampung Puper, terdapat tiga titik kebakaran. Dari tiga titik tersebut, satu titik telah berhasil dipadamkan, sementara dua titik lainnya masih dalam penanganan Satgas Penanggulangan Karhutla Raja Ampat.

Baca Juga  PVMBG: Awan Panas Gunung Lewotobi Laki-laki Capai Satu Kilometer

“Untuk data yang kami miliki, ada lima titik kebakaran, yaitu di Yenbekaki dan Puper. Di Puper sendiri terdapat tiga titik. Satu titik sudah berhasil dipadamkan, sedangkan dua titik lainnya masih ditangani oleh Satgas Penanggulangan Karhutla,” jelas Guntur.

Selain di Kampung Puper, upaya pemadaman juga dilakukan di Pulau Dayan, Distrik Batanta Utara.

Penanganan di sejumlah lokasi tersebut terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur terkait sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Guntur mengatakan, kondisi kemarau yang berlangsung saat ini membutuhkan kewaspadaan dan kerja sama seluruh pihak. Selain melakukan pemadaman terhadap titik api, upaya pencegahan juga menjadi bagian penting untuk mengantisipasi munculnya kebakaran baru.

Wakil Bupati Raja Ampat, Mansyur Syahdan, menegaskan bahwa kondisi kemarau panjang saat ini membutuhkan kewaspadaan seluruh masyarakat.

Lahan yang kering dapat menyebabkan api dengan cepat menyebar apabila terjadi pembakaran. Karena itu, ia meminta seluruh masyarakat Raja Ampat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Raja Ampat, terutama di wilayah yang saat ini menghadapi kemarau panjang, agar jangan membakar lahan. Kondisi sekarang sangat mudah memicu api meluas dan dapat membahayakan masyarakat, permukiman maupun lingkungan,” tegas Mansyur.

Ia juga meminta para kepala distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat dan seluruh unsur terkait untuk terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla.

Menurutnya, pencegahan jauh lebih penting karena kebakaran yang telah meluas membutuhkan personel, waktu dan sumber daya yang lebih besar untuk dikendalikan.

Kepala BPBD Raja Ampat turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih dalam kondisi kemarau seperti saat ini.

Baca Juga  Detasemen Provost Pasmar 3 Laksanakan Operasi Penertiban

Ia menegaskan, pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan secara sengaja tidak dapat dianggap sebagai persoalan sederhana. Api dapat dengan cepat menyebar dan menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap masyarakat maupun lingkungan.

“Di tengah kondisi bencana kemarau yang panjang ini, kalau ditemukan masyarakat yang membakar lahan dan hutan, kita tidak lagi melakukan pembinaan. Akan langsung ditahan dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Guntur.

Ia kembali meminta masyarakat Raja Ampat tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun, terutama selama kondisi cuaca masih kering dan tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

Sementara itu, Komandan Kompi Satgas Puper, Gafur Dobi, menjelaskan bahwa pada awal penanganan terdapat tiga titik kebakaran di Kampung Puper.

Dari tiga titik tersebut, satu titik telah berhasil dipadamkan, sementara dua titik lainnya masih menjadi fokus penanganan personel di lapangan.

Sedikitnya 75 personel Batalyon TP dikerahkan dalam operasi pemadaman. Mereka diperkuat personel Kodim, Polres Raja Ampat, BPBD, Brimob, serta anggota Pemadam Kebakaran Raja Ampat.

Personel gabungan terus melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi agar api tidak merambat ke permukiman maupun lahan milik masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas dan unsur terkait yang terus bekerja di lapangan dalam menangani Karhutla.

Kunjungan Wakil Bupati bersama jajaran BPBD ke Kampung Puper sekaligus menegaskan kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan dukungan kepada para petugas yang bertugas serta masyarakat yang berada di wilayah terdampak.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla dengan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.

Kolaborasi antara pemerintah, aparat, Satgas, pemerintah distrik dan kampung, serta masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pengendalian Karhutla sekaligus mencegah munculnya titik api baru di Raja Ampat.