RAJA AMPAT – Barisan Merah Putih Kabupaten Raja Ampat menggelar Turnamen Futsal Putri dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Turnamen tersebut resmi dibuka oleh Wakil Ketua Barisan Merah Putih Kabupaten Raja Ampat, Kundrat Kaisiepo. Kamis (13/8/2026)

Kompetisi futsal putri ini diikuti enam tim yang berasal dari sejumlah SMA dan SMK di wilayah Waisai. Pertandingan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai Kamis hingga Jumat 14 Agustus 2026.
Kundrat mengatakan, turnamen tersebut tidak hanya ditujukan untuk memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter sekaligus pengembangan minat dan bakat olahraga bagi pelajar perempuan di Raja Ampat.
“Kami dari Barisan Merah Putih Kabupaten Raja Ampat melaksanakan Turnamen Futsal Putri untuk menyongsong kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke-81,” ujar Kundrat dalam keterangannya, Kamis.
Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan olahraga secara berjenjang, khususnya bagi generasi muda yang masih duduk di bangku sekolah. Ia berharap turnamen serupa dapat menjadi langkah awal untuk melahirkan atlet-atlet futsal dan sepak bola putri yang mampu membawa nama Raja Ampat dalam berbagai kompetisi, termasuk di tingkat nasional.
“Harapan kami, turnamen ini pertama-tama bagaimana membentuk karakter anak-anak kita yang masih pelajar. Ini bagian daripada proses usia berjenjang sepak bola yang diadakan bukan hanya sampai di sini saja,” katanya.

Kundrat juga mendorong Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, khususnya organisasi perangkat daerah yang menangani kepemudaan dan olahraga, agar memberikan perhatian lebih besar terhadap pembinaan olahraga perempuan.
Menurutnya, pengembangan olahraga tidak seharusnya hanya berfokus pada atlet putra. Potensi atlet putri di Raja Ampat juga perlu diberikan ruang, fasilitas, serta kesempatan bertanding yang memadai.
“Ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah, terutama dinas teknis, Dinas Pemuda dan Olahraga, agar olahraga ini jangan hanya sebatas dilaksanakan untuk pria saja,” ujar Kundrat.
“Kalau boleh, kembangkanlah minat dan bakat pemain-pemain sepak bola putri yang ada di Raja Ampat agar ke depan putri-putri Raja Ampat mampu tampil juga di event-event tingkat nasional,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, turnamen kali ini dilaksanakan secara singkat karena persiapannya dilakukan dalam waktu yang relatif mendadak. Pertandingan berlangsung selama dua hari dengan rangkaian babak penyisihan hingga perebutan gelar juara.
“Hari ini pembukaan, dan hari Jumat besok masuk pada semifinal dan sekaligus final,” kata Kundrat.

Turnamen tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangka memperingati HUT RI. Lebih dari itu, kompetisi ini diharapkan menjadi ruang pembinaan berkelanjutan bagi pelajar putri sekaligus membuka peluang lahirnya bibit-bibit atlet olahraga perempuan dari Raja Ampat.
Dengan adanya kompetisi yang rutin dan berjenjang, potensi olahraga putri di daerah kepulauan tersebut diharapkan semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.










