DEMAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Posko 89 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menghadirkan program Pojok Baca Ceria sebagai upaya meningkatkan minat baca sekaligus menumbuhkan budaya literasi di kalangan anak-anak Desa Sukorejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Program tersebut dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026) dengan menghadirkan ruang baca yang nyaman, mudah dijangkau, serta dilengkapi berbagai koleksi buku edukatif yang disesuaikan dengan usia anak-anak.
Program Pojok Baca Ceria lahir dari kepedulian mahasiswa KKN terhadap pentingnya membangun budaya literasi sejak usia dini. Di tengah semakin tingginya penggunaan gawai dan berkembangnya berbagai bentuk hiburan digital, mahasiswa menilai anak-anak perlu mendapatkan alternatif kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu memberikan manfaat edukatif.
Melalui ruang baca tersebut, anak-anak diajak untuk kembali mengenal buku sebagai sumber pengetahuan sekaligus sarana hiburan yang positif.

Untuk merealisasikan program itu, mahasiswa KKN MIT Posko 89 mendirikan Pojok Baca di gedung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukorejo. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai strategis dan mudah dijangkau anak-anak, khususnya setelah mereka pulang dari sekolah.
Berbagai jenis buku disiapkan untuk menarik minat anak-anak. Koleksi tersebut antara lain cerita rakyat, dongeng, ensiklopedia anak, buku pengetahuan umum, hingga buku-buku edukatif lainnya yang disesuaikan dengan tingkat usia dan kebutuhan pembaca.
Koordinator Program Pojok Baca Ceria, Rokhima Fatimah Zahra, mengatakan keberadaan Pojok Baca tidak hanya ditujukan untuk menyediakan bahan bacaan bagi anak-anak.
Menurutnya, program tersebut juga dirancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan agar anak-anak dapat menikmati kegiatan membaca tanpa merasa terbebani.
“Kami berharap Pojok Baca menjadi ruang yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal dunia melalui buku,” ujar Rokhima.
Antusiasme anak-anak Desa Sukorejo pun terlihat sejak hari pertama pelaksanaan program. Lebih dari 20 anak datang dan memadati area Pojok Baca untuk membaca bersama, berdiskusi, serta mengikuti berbagai kegiatan literasi yang dipandu mahasiswa KKN.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Sejumlah anak tampak aktif memilih buku sesuai minat mereka, bertukar bacaan dengan teman, hingga menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca. Aktivitas tersebut tidak hanya mendorong anak-anak untuk membaca, tetapi juga melatih keberanian mereka dalam berkomunikasi dan menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari bacaan.
Kehadiran mahasiswa KKN dalam kegiatan tersebut juga membuat suasana membaca menjadi lebih santai dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya ditempatkan sebagai pembaca, tetapi turut dilibatkan dalam aktivitas yang memungkinkan mereka berdiskusi, bertanya, dan berbagi cerita.

Respons positif juga datang dari para orang tua. Mereka menilai Pojok Baca memberikan ruang belajar alternatif bagi anak-anak di luar kegiatan sekolah sekaligus menjadi pilihan kegiatan yang lebih edukatif di tengah maraknya penggunaan gawai.
Salah satu orang tua mengaku senang melihat anaknya memiliki kesempatan untuk membaca dan belajar bersama mahasiswa KKN.
“Saya sangat senang melihat anak saya belajar membaca bersama kakak-kakak KKN,” ujarnya.
Bagi mahasiswa KKN MIT Posko 89 UIN Walisongo Semarang, program tersebut diharapkan tidak berhenti hanya selama pelaksanaan KKN. Pojok Baca Ceria diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sukorejo sebagai ruang belajar dan literasi bagi anak-anak.
Mahasiswa juga berharap keberlanjutan program tersebut mendapat dukungan dari pemerintah desa, orang tua, serta seluruh masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, Pojok Baca diharapkan dapat berkembang menjadi ruang literasi yang aktif dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar menyediakan buku, program Pojok Baca Ceria diharapkan mampu menanamkan kebiasaan membaca sejak dini. Dari kebiasaan sederhana membuka dan membaca buku, anak-anak Desa Sukorejo diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki wawasan luas, rasa ingin tahu tinggi, serta kemampuan berpikir dan berkomunikasi yang semakin baik.Jika ingin, saya juga bisa membuatkan versi yang lebih tajam seperti berita media online, lengkap dengan lead yang lebih kuat dan judul yang lebih menarik untuk portal berita.
Writer: Humas KKN Posko 89 UIN Walisongo Semarang//Editor: Agustinus Guntur (RajaAmpatNews)












