Tonggak Baru Pelayanan Medis, RSUD Raja Ampat Dilengkapi CT Scan Berstandar Nasional

WAISAI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ampat, Papua Barat Daya, akan segera memiliki layanan pemeriksaan Computed Tomography Scan (CT Scan) setelah alat kesehatan tersebut dijadwalkan tiba pada 24 Agustus 2026. Kehadiran CT Scan diharapkan memperkuat layanan diagnostik sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat Raja Ampat terhadap rumah sakit rujukan di luar daerah. Selasa,(4/8/2026).

Direktur RSUD Raja Ampat, Meidi Lidia Maspaitella, S.Gz., M.M., mengatakan rumah sakit yang dipimpinnya menjadi salah satu penerima bantuan CT Scan dari pemerintah. Dari sekitar 12 rumah sakit yang dipersiapkan sebagai penerima, RSUD Raja Ampat termasuk lima rumah sakit yang dinyatakan siap mengoperasikan alat tersebut karena telah memenuhi seluruh persyaratan teknis.

“RSUD Raja Ampat menjadi salah satu rumah sakit yang mendapatkan alat ini karena kami telah memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari kesiapan instalasi listrik hingga panel kelistrikan. Semua infrastruktur pendukung telah dipersiapkan sehingga rumah sakit dinilai siap menerima alat kesehatan berteknologi tinggi tersebut,” kata Meidi.

Menurut Meidi, kesiapan infrastruktur menjadi faktor utama dalam penentuan rumah sakit penerima CT Scan. Selain ruang pemeriksaan yang telah disiapkan, sistem kelistrikan dan instalasi pendukung lainnya juga telah memenuhi standar yang dipersyaratkan untuk pengoperasian alat radiologi modern.

Kehadiran CT Scan dinilai akan membawa perubahan besar terhadap pelayanan kesehatan di Raja Ampat. Selama ini, pasien yang membutuhkan pemeriksaan radiologi lanjutan kerap harus dirujuk ke Sorong atau daerah lain karena keterbatasan fasilitas diagnostik di RSUD Raja Ampat.

Dengan tersedianya CT Scan, proses diagnosis berbagai penyakit, termasuk kasus kegawatdaruratan seperti cedera kepala, stroke, gangguan organ dalam, hingga penyakit lainnya, dapat dilakukan lebih cepat. Hal tersebut diharapkan mempercepat penanganan medis sekaligus mengurangi beban biaya dan waktu yang harus dikeluarkan pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

Baca Juga  Komandan Pasmar 3 Pimpin Apel Khusus Prajurit Denmako Pasmar 3 & Yontaifib 3 Marinir

“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. CT Scan merupakan alat yang sangat mendukung pemeriksaan medis sehingga akan meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Raja Ampat,” ujarnya.

Saat ini, RSUD Raja Ampat bersama tim teknis dari penyedia alat masih melakukan berbagai persiapan menjelang kedatangan CT Scan, termasuk penyelesaian ruang instalasi, sistem pendukung, serta proses kalibrasi yang akan dilakukan setelah alat tiba.

Selain pembangunan fasilitas kesehatan, Meidi juga menyoroti upaya Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam memperkuat sumber daya manusia di bidang kesehatan. Menurut dia, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap pemberdayaan tenaga medis asli Papua dengan membuka kesempatan bagi dokter-dokter muda asal Raja Ampat untuk mengabdi di rumah sakit daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang begitu memberikan perhatian terhadap pemberdayaan anak-anak Papua, khususnya putra-putri Raja Ampat. Saat ini sudah ada dokter-dokter asal pulau-pulau seperti Kofiau dan Teluk yang diberikan kesempatan untuk mengabdi di RSUD Raja Ampat,” kata Meidi.

Ia berharap semakin banyak putra-putri daerah yang memilih menempuh pendidikan di bidang kesehatan sehingga kebutuhan tenaga medis di Raja Ampat dapat dipenuhi secara mandiri pada masa mendatang.

Bagi wilayah kepulauan seperti Raja Ampat, keberadaan CT Scan tidak hanya menjadi penambahan fasilitas kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerataan akses layanan kesehatan.

Dengan dukungan peralatan medis modern dan tenaga kesehatan yang terus diperkuat, RSUD Raja Ampat diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat tanpa harus bergantung pada rumah sakit di luar daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *