RAJA AMPAT – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Raja Ampat, Ny. Rusmiati Burdam, mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak dalam memanfaatkan teknologi digital sekaligus memastikan mereka tetap memperoleh hak atas pendidikan. Menurutnya, penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat mengganggu proses belajar, bahkan meningkatkan kerentanan anak terhadap berbagai bentuk kekerasan.
Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Festival Anak Raja Ampat 2026 yang diselenggarakan Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) di SD YPK Sion Warsambin, Kampung Warsambin, Distrik Teluk Mayalibit, Kamis (23/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
Dalam siaran pers yang diterima dari Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Raja Ampat, Petrus Rabu, S.Fil., Kamis (23/7/2026), dijelaskan bahwa Ketua TP PKK Raja Ampat, Ny. Rusmiati Burdam, dalam kegiatan tersebut memberikan arahan kepada ratusan siswa, guru, dan masyarakat. Di hadapan para peserta, ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang wajib dipenuhi. Ia mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah menghadirkan kebijakan sekolah gratis sehingga tidak boleh ada lagi anak yang tidak mengenyam pendidikan.
“Anak-anak harus wajib belajar. Tidak boleh ada lagi yang tidak sekolah. Sekarang di Raja Ampat sekolah sudah gratis,” tegasnya.

Selain pentingnya pendidikan, Ny. Rusmiati Burdam mengingatkan anak-anak agar bijak menggunakan telepon genggam. Menurutnya, kebiasaan menghabiskan waktu untuk bermain gim atau menonton berbagai konten digital dapat membuat anak melupakan kewajiban belajar.
“Kalau terlalu banyak main game atau terus-menerus menonton di HP, akhirnya lupa belajar. Itu yang harus dihindari,” ujarnya.
Ia juga menyoroti meningkatnya berbagai persoalan yang berkaitan dengan perlindungan anak. Menurutnya, penggunaan gawai tanpa pengawasan orang tua dapat membuka peluang munculnya berbagai bentuk kekerasan maupun pengaruh negatif terhadap anak.
“Sekarang ini banyak terjadi kasus kekerasan terhadap anak. Karena itu anak-anak harus berhati-hati menggunakan HP, dan orang tua harus terus mendampingi,” pesannya.
Sebagai Bunda Literasi Kabupaten Raja Ampat, Ny. Rusmiati Burdam tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan. Ia berdialog dan melakukan tanya jawab bersama anak-anak mengenai pentingnya belajar, kebiasaan membaca, serta cita-cita mereka di masa depan. Suasana berlangsung hangat ketika para siswa dengan antusias menjawab setiap pertanyaan yang disampaikannya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan berupa tas sekolah kepada sejumlah anak sebagai bentuk dukungan terhadap semangat belajar. Tak hanya itu, Ny. Rusmiati Burdam turut duduk bersama anak-anak, membimbing mereka membaca buku, mendengarkan kemampuan membaca mereka, sekaligus memberikan motivasi agar gemar membaca sejak usia dini.
Kehadiran Ketua TP PKK Raja Ampat di tengah-tengah anak-anak menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan terlindungi. Menurutnya, budaya literasi harus dibangun sejak dini melalui peran keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Festival Anak Raja Ampat 2026 yang digagas Tim KKN-PPM UGM menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional. Selain diikuti anak-anak PAUD, TK, dan SD, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyuluhan kepada masyarakat sebagai upaya memperkuat perlindungan anak dan pemberdayaan keluarga.

Menutup arahannya, Ny. Rusmiati Burdam mengajak seluruh orang tua untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang anak, mendampingi mereka dalam menggunakan teknologi secara sehat, serta menanamkan kebiasaan membaca sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Mari kita jaga anak-anak kita bersama. Dampingi mereka belajar, batasi penggunaan gawai, biasakan membaca, karena anak-anak hari ini adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan Raja Ampat,” pungkasnya.












