RAJA AMPAT— Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat upaya edukasi lingkungan kepada generasi muda sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dipusatkan di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Jumat (5/6/2026).
Langkah tersebut dilakukan melalui program kunjungan berkala ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan dan pemilahan sampah sejak dini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Raja Ampat, Adam Malik, mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus yang bertugas untuk melakukan sosialisasi dan edukasi lingkungan di berbagai sekolah yang di Waisai. Program tersebut menjadi salah satu strategi untuk menanamkan budaya peduli lingkungan kepada para pelajar sebagai generasi penerus yang akan menjaga kelestarian alam Raja Ampat di masa depan.

Menurut Adam Malik, persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Karena itu, sekolah dipandang sebagai tempat yang tepat untuk membangun kesadaran dan kebiasaan positif terkait pengelolaan sampah.
“Kami melakukan edukasi ke sekolah-sekolah yang ada di Waisai. Kami membentuk tim yang secara berkala mengunjungi sekolah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pemilahan sampah. Ini sangat penting karena melalui edukasi tersebut para siswa dapat memahami cara memilah sampah, baik sampah plastik maupun sampah organik,” ujar Adam Malik saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Waisai.

Ia menjelaskan bahwa pemilahan sampah merupakan langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan pengelolaan sampah secara keseluruhan. Dengan memilah sampah sejak dari sumbernya, proses pengolahan dan daur ulang dapat dilakukan lebih efektif sehingga dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Selain memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah, tim edukasi DLH Raja Ampat juga mendorong siswa untuk menerapkan praktik pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan tercipta perubahan perilaku yang berkelanjutan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Adam, menegaskan bahwa edukasi lingkungan menjadi salah satu investasi jangka panjang yang penting dalam mendukung visi Raja Ampat sebagai daerah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kesadaran yang dibangun sejak usia sekolah diyakini akan melahirkan generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian lingkungan.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 di Raja Ampat juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah.
Dengan sinergi tersebut, Raja Ampat diharapkan mampu mempertahankan reputasinya sebagai salah satu kawasan wisata dan konservasi unggulan dunia yang tetap bersih, asri, dan lestari.
Melalui program edukasi yang berkesinambungan, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat optimistis kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah akan terus meningkat.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat serta menjaga keindahan alam Raja Ampat untuk generasi mendatang.
Writer: Dony Kumuai












