Yayasan Kamtabai dan Reefguardian Dukung Pengembangan Homestay Masyarakat Adat Waifoi di Raja Ampat

RAJA AMPAT —Upaya pemberdayaan masyarakat adat melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan terus dilakukan di Kabupaten Raja Ampat. Yayasan Kamtabai Raja Ampat bekerja sama dengan Reefguardian memberikan dukungan bagi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola homestay dan pemandu wisata di Kampung Waifoi, Distrik Tiplol Mayalibit. Sabtu, (16/5/2026).

Dukungan tersebut diberikan sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat adat yang selama ini terlibat langsung dalam menjaga kawasan hutan di wilayah Teluk Mayalibit, sekaligus mengembangkan sektor wisata berbasis alam dan budaya lokal.

Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat Adat Kampung Waifoi, Werner Nook, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Kamtabai Raja Ampat atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kampung Waifoi.

Menurut Werner, dukungan tersebut sangat membantu para pengelola homestay dan pemandu wisata lokal yang selama ini berupaya membangun usaha wisata secara mandiri.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Kamtabai Raja Ampat yang telah memberi bantuan kepada kami, pengelola homestay dan pemandu wisata di Kampung Waifoi,” ujarnya.

Werner menjelaskan, dirinya mulai bergerak membangun homestay sejak tahun 2017. Saat itu, pengembangan wisata dilakukan secara swadaya bersama masyarakat dengan fasilitas yang masih sangat terbatas.

Berangkat dari semangat tersebut, ia kemudian memiliki gagasan membentuk perkumpulan homestay di Kampung Waifoi agar masyarakat dapat berkembang bersama dalam pengelolaan wisata berbasis komunitas.

“Awalnya kami mulai dengan swadaya sendiri, membangun beberapa homestay sederhana untuk menerima wisatawan yang datang ke Waifoi,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, gerakan masyarakat adat tersebut mendapat perhatian dari Yayasan Kamtabai Raja Ampat. Melalui kerja sama dengan Reefguardian, yayasan tersebut kemudian memberikan dukungan bagi pengembangan usaha wisata masyarakat.

Werner mengatakan, dukungan itu tidak hanya membantu meningkatkan usaha homestay dan pemandu wisata, tetapi juga menjadi motivasi bagi masyarakat adat untuk terus menjaga lingkungan alam mereka.

Baca Juga  Polres Raja Ampat Selidiki Pencurian 7 Mesin Tempel di Misool

Ia menilai, keterlibatan masyarakat adat dalam sektor wisata menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kelestarian kawasan Raja Ampat yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari terbaik di dunia.

Sementara itu, pimpinan Yayasan Kamtabai Raja Ampat, Kesya Bara, disebut aktif mendorong penguatan ekonomi masyarakat adat melalui pengembangan wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kerja sama antara Yayasan Kamtabai Raja Ampat dan Reefguardian juga diarahkan untuk mendukung masyarakat lokal yang memiliki inisiatif menjaga alamnya, baik melalui perlindungan kawasan hutan maupun ekosistem di sekitar Kampung Waifoi.

Kelompok Swadaya Masyarakat di Kampung Waifoi selama ini dikenal aktif menjaga kawasan wisata alam di sekitar Teluk Mayalibit. Selain menawarkan panorama alam dan budaya lokal, kampung tersebut juga menjadi salah satu titik kunjungan wisatawan yang ingin menikmati keindahan hutan, burung endemik Papua, hingga wisata trekking Hutan.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, masyarakat berharap pengelolaan homestay dan wisata berbasis komunitas di Kampung Waifoi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga tanpa merusak kelestarian alam yang menjadi sumber kehidupan mereka.

Weiter: Dony Kumuai