RAJA AMPAT – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Raja Ampat tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi dijadikan momentum evaluasi kinerja dan arah pembangunan daerah. Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, menegaskan bahwa usia ke-23 menjadi titik refleksi untuk memastikan seluruh kebijakan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Dalam sambutannya di halaman Kantor Bupati Raja Ampat, Sabtu (9/5/26), Bupati menekankan bahwa kekayaan alam Raja Ampat merupakan titipan untuk generasi mendatang. Karena itu, upaya menjaga lingkungan tidak boleh berhenti pada slogan, melainkan menjadi komitmen bersama yang terus diperkuat.
Ia menyampaikan bahwa Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Raja Ampat menjadi salah satu yang terbaik di Papua Barat Daya. Selain itu, puluhan kampung sadar lingkungan telah tumbuh sebagai komunitas yang tidak hanya memanfaatkan sumber daya alam, tetapi juga menjaga dan mengelolanya secara bertanggung jawab.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan sektor pariwisata dan perikanan. Di sektor pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara dilaporkan melampaui target lebih dari 200 persen, sementara wisatawan nusantara juga mengalami peningkatan signifikan.
Bupati menilai tren tersebut menunjukkan bahwa Raja Ampat tengah mengalami peningkatan daya saing. Namun, ia menegaskan bahwa pertumbuhan ini harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal, khususnya nelayan, ibu rumah tangga, dan generasi muda yang memilih membangun kampung halamannya sendiri.
“Pemerintah daerah juga terus mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan berbasis sistem elektronik. Seluruh proses perizinan kini dilakukan secara digital untuk memastikan kecepatan, keterbukaan, dan akuntabilitas,” ungkapnya.
Kehadiran ratusan investor dari dalam dan luar negeri disebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap stabilitas dan iklim usaha di Raja Ampat. Namun, Bupati menegaskan bahwa investasi harus memberikan dampak ekonomi yang berkeadilan bagi masyarakat, bukan sekadar angka pertumbuhan.
Di bidang ketahanan pangan, lebih dari seratus kampung mandiri pangan telah terbentuk dan melampaui target yang ditetapkan. Produksi perikanan tangkap dan budidaya juga terus meningkat, seiring dengan lahirnya kampung-kampung sadar perikanan lestari. Menurut Bupati, upaya menjaga laut bukan semata karena regulasi, tetapi lahir dari kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap sumber daya alamnya.
Dari sisi ketenagakerjaan, serapan tenaga kerja lokal terus meningkat dan melampaui target. Hampir seluruh perusahaan yang beroperasi di Raja Ampat telah menerapkan standar Upah Minimum Regional (UMR), sebagai bentuk penghargaan terhadap tenaga kerja lokal. Pemerintah daerah menilai hal ini sebagai bagian dari upaya memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di bidang sosial, penanganan warga yang mengalami persoalan kesejahteraan meningkat hampir tiga kali lipat dari target yang ditetapkan. Sebagian besar masyarakat kini telah mengakses berbagai program pengentasan kemiskinan. Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan belum dianggap berhasil selama masih ada warga yang tertinggal.
Selain capaian ekonomi dan lingkungan, aspek kerukunan sosial juga menjadi perhatian. Indeks Kerukunan Umat Beragama di Raja Ampat tercatat berada pada tingkat tertinggi, dan sepanjang tahun terakhir tidak terjadi kasus yang berkaitan dengan isu SARA. Pemerintah daerah menilai kondisi ini sebagai modal sosial penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan.
Melalui momentum HUT ke-23 ini, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menegaskan komitmen untuk melanjutkan pembangunan yang berbasis lingkungan, memperkuat ekonomi rakyat, meningkatkan tata kelola pemerintahan, serta memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.












