RAJA AMPAT — Persiapan pelaksanaan ajang internasional Asian Volleyball Confederation (AVC) Beach Tour Raja Ampat 2026 terus dimatangkan oleh panitia. Ketua Panitia Pelaksana, Khodik, menyebut progres kesiapan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
Dalam wawancara di Kantor Bupati Raja Ampat, Selasa (31/3/2026), Khodik menjelaskan bahwa panitia terus melakukan koordinasi intensif, terutama terkait penyelesaian lapangan pertandingan yang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan.
“Secara umum persiapan sudah berjalan baik. Tinggal menunggu penyelesaian lapangan sebagai inti dari pelaksanaan turnamen,” ujarnya.
Selain kesiapan teknis, panitia juga memastikan ketersediaan akomodasi bagi para peserta dan ofisial. Berdasarkan hasil observasi tim di lapangan, sejumlah hotel dan resort di Waisai dinilai mampu menampung seluruh tamu yang akan hadir.
“Untuk akomodasi, kami optimistis cukup. Baik untuk peserta maupun ofisial dari negara-negara peserta,” tambahnya.
Diketahui, peserta dari berbagai negara dijadwalkan mulai tiba di Raja Ampat secara bertahap pada 2 hingga 5 April 2026. Selanjutnya, kegiatan teknikal meeting sekaligus pembukaan dan jamuan penyambutan (welcome dinner) akan digelar pada 5 April malam.
Adapun pertandingan resmi akan berlangsung mulai 6 hingga 9 April 2026.
Terkait progres lapangan, Khodik menyebutkan bahwa pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 3 April 2026.
“Target kami dalam satu sampai dua hari ke depan bisa mencapai 90 persen, dan tanggal 3 sudah 100 persen selesai,” jelasnya.
Selain lapangan utama, berbagai fasilitas pendukung juga tengah disiapkan, seperti shower, ketersediaan air bersih, serta area media untuk konferensi pers usai pertandingan. Pemasangan fasilitas tersebut akan dilakukan setelah pekerjaan utama lapangan selesai, guna menghindari gangguan terhadap proses pembangunan.
Menutup pernyataannya, Khodik mengajak seluruh panitia untuk terus menjaga semangat dalam menyukseskan event internasional ini. Ia berharap, ajang ini menjadi momentum penting dalam mempromosikan potensi pariwisata Raja Ampat ke dunia internasional.
“Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kita, khususnya dalam mendorong sektor pariwisata Raja Ampat,” pungkasnya.
Sementara itu, data terbaru jumlah peserta mengalami perubahan. Dari sebelumnya 43 tim dari 10 negara, kini menjadi 41 tim dari 9 negara setelah Iran dipastikan batal mengikuti turnamen akibat kondisi konflik di negaranya.
“Memang sebelumnya ada 43 tim termasuk Iran, tetapi karena kondisi konflik di negaranya, mereka tidak bisa ikut. Sehingga saat ini tersisa 41 tim dari 9 negara,” jelas Khodik.
Dengan demikian, total peserta yang akan berlaga terdiri dari 21 tim putra dan 20 tim putri.
Adapun negara peserta yang dipastikan ambil bagian meliputi Indonesia, Thailand, Filipina, Selandia Baru, Hong Kong, Kazakhstan, Jepang, dan Australia, yang akan bersaing dalam ajang voli pantai bergengsi di kawasan Asia-Pasifik tersebut.
Writer: Petrus Rabu












